<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803</id><updated>2012-01-20T23:52:15.694-08:00</updated><title type='text'>Fisheries</title><subtitle type='html'>Serba-serbi menyangkut Dunia Perikanan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-3018274329853890046</id><published>2010-03-18T18:42:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T18:43:24.922-07:00</updated><title type='text'>MISTERI DALAM BUDIDAYA IKAN (bag 2)</title><content type='html'>Mungkin bagi sebagian orang sebenarnya hal ini bukanlah suatu misteri, namun bagi saya dan mungkin juga sebagian orang yang lainnya hal ini untuk sementara masih merupakan misteri karena belum menemukan penyebabnya. Adapun hal yang saya maksud adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini berdasarkan pengalam saya selama memelihara ikan nila (Oreochromis sp.) dalam Karamba jaring terapung di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah sejak 16 tahun yang lalu. Mulanya saya tidak begitu memperhatikan, tapi lama-lama kejadian ini jadi pusat perhatian saya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan Ikan terhadap Arah Angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya,  angin yang bertiup di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri itu dari Selatan ke Utara, kencang atau tidaknya tiupan angin sangat tergantung pada musim dan waktunya. Pada musim kemarau biasanya tiupan angin akan sangat kencang, sedangkan pada musim hujan cenderung lebih kecil kecuali saat cuaca sedang mendung.  Begitu juga pada sore dan malam hari, biasanya angin bertiup lebih kencang dibandingkan pada pagi hingga siang hari. Ikan-ikan itu cenderung lebih senang bila angin bertiup cukup kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian aneh akan terjadi bila tiba-tiba arah angin berubah, terlebih lagi kalau perubahan tersebut sangat drastis yaitu dari arah Utara ke Selatan. Walaupun sebelumnya ikan-ikan itu  sedang lahap memakan  pakan yang kita berikan, mereka akan berhenti seketika dari acara makannya begitu arah angin berubah. Kejadian seperti ini biasanya terjadi pada musim hujan, lebih tepatnya  pada saat mendung sebelum hujan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah aneh bukan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-3018274329853890046?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/3018274329853890046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=3018274329853890046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3018274329853890046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3018274329853890046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/03/misteri-dalam-budidaya-ikan-bag-2.html' title='MISTERI DALAM BUDIDAYA IKAN (bag 2)'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6092532021173086149</id><published>2010-03-18T02:53:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T02:54:43.057-07:00</updated><title type='text'>MISTERI DALAM BUDIDAYA IKAN</title><content type='html'>Mungkin bagi sebagian orang sebenarnya hal ini bukanlah suatu misteri, namun bagi saya dan mungkin juga sebagian orang yang lainnya hal ini untuk sementara masih merupakan misteri karena belum menemukan penyebabnya. Adapun hal yang saya maksud adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan Ikan terhadap  Cahaya Matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini berdasarkan pengalam saya selama memelihara ikan nila (Oreochromis sp.) dalam Karamba jaring terapung di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah sejak 16 tahun yang lalu. Mulanya saya tidak begitu memperhatikan, tapi lama-lama kejadian ini jadi pusat perhatian saya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, Air Waduk Gajah Mungkur Wonogiri itu siklus tahunannya hampir bisa dihafal.  Pada Bulan Februari – April, warna air agak putih, Mei- September akan jernih, Oktober putih lagi, sedangkan November – Januari akan berwarna coklat bahkan agak kemerahan. Perubahan warna air ini tidak terlepas dari perubahan cuaca/musim. Pada bulan Februari – April adalah akhir musim hujan dimana volume air waduk hampir maksimal, lumpur yang  sebelumnya masih pekat pelan-pelan mulai tenggelam sehingga warna airnya  agak putih (antara keruh menuju jernih), semakin lama (Mei –September) warna air akan semakin jernih karena sudah musim kemarau, akhir Oktober biasanya sudah mulai hujan lagi, sehingga air mulai keruh lagi dan November curah hujan semakin tinggi hingga mencapai puncaknya musim hujan pada bulan Januari atau Februari. Pada bulan-bulan ini air waduk akan semakin keruh dan berwarna coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, misterinya terjadi pada puncaknya musim hujan tersebut yaitu sekitar bulan November – Februari. Ikan-ikan nila yang kami pelihara biasanya akan tenggelam disaat matahari memancarkan sinarnya, walaupun diberi makan dengan pakan terapung mereka tetap enggan untuk muncul ke permukaan air. Tetapi sedikit saja cahaya matahari redup karena ada awan misalnya, seketika itu pula ikan-ikan itu akan sibuk keluar untuk makan. Begitu awannya berlalu dan sinar matahari tampak lagi, seperti dikomando ikan-ikan itu akan hilang dari permukaan air. Kejadian seperti ini tidak terjadi pada saat air jernih. Aneh Bukan ?, apakah pembaca sudah mengerti apa penyebabnya ?, atau barangkali ingin meneliti penyebabnya lebih jauh...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6092532021173086149?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6092532021173086149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6092532021173086149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6092532021173086149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6092532021173086149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/03/misteri-dalam-budidaya-ikan.html' title='MISTERI DALAM BUDIDAYA IKAN'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-1185983308663577076</id><published>2010-03-06T16:09:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T16:11:29.993-08:00</updated><title type='text'>KALAU MEMANG BISA MUDAH KENAPA  HARUS DIPERSULIT ?</title><content type='html'>Dalam hal kualitas air, kita juga dapat menyederhanakan pemeliharaannya. Seperti sudah disinggung sebelumnya. Biasanya, pemeliharaan ikan dengan menggunakan kurungan jaring terapung dilakukan pada perairan umum. Sebagaimana umumnya perairan umum, kita akan sulit mengontrol kualitas airnya, karena sifat perairan umum biasanya digunakan oleh banyak komponen masyarakat. Massa airnya besar sehingga sukar untuk dikontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah demikian adanya, masih pentingkah kita menyelidiki parameter-parameter kualitas air pada periaran umum ?. Boleh-boleh saja kalau untuk mengetahui, apalagi digunakan sebagai bahan penelitian. Barangkali juga Pemerintah setempat mau mengambil kebijakan terbaik dikemudian hari setelah tahu keadaan lingkungannya masih layak atau tidak untuk dijadikan lahan budidaya ikan dari hasil penelitian tersebut. Akan tetapi, bagi kita sebagi petani barangkali semua itu sangat kecil artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kualitas air sudah tidak mendukung lagi untuk kegitan budidaya ikan, maka secara alamiah ikanpun akan menunjukkan respon yang kurang baik. Misalnya saja, disaat oksigen terlarut (DO) rendah, ikan akan terganggu nafsu makannya. Apabila DO-nya sangat rendah, maka ikan akan mati banyak. Begitu juga terhadap suhu air, kesadahan, karbondioksida, tingkat kecerahan air dan parameter-parameter lain. Respon ikan akan terlihat dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih penting untuk kita perhatikan adalah, jangan sampai kegitan budidaya  ikan yang kita lakukan akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk itu, kita wajib menjaga kebersihan lingkungan, tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Sesuaikan kapasitas budidaya dengan daya dukung lingkungan, jangan samapi kita melebihi kapasitas daya dukung dari lingkungan budidaya tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-1185983308663577076?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/1185983308663577076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=1185983308663577076' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1185983308663577076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1185983308663577076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/03/kalau-memang-bisa-mudah-kenapa-harus_06.html' title='KALAU MEMANG BISA MUDAH KENAPA  HARUS DIPERSULIT ?'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-5404505089972759063</id><published>2010-03-04T04:47:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T04:50:23.321-08:00</updated><title type='text'>KALAU MEMANG BISA MUDAH KENAPA  HARUS DIPERSULIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S4-shcDqBfI/AAAAAAAAALw/EfHKl4IvWpM/s1600-h/Karamba+Jaring+Apung.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 95px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S4-shcDqBfI/AAAAAAAAALw/EfHKl4IvWpM/s400/Karamba+Jaring+Apung.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444760164981409266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pemberian pakan pada ikan sebenarnya bisa kita lakukan dengan sangat mudah dan sederhana, yang sangat penting untuk diperhatikan adalah kesungguhan kita dalam melakukannya. Sebenarnya ikan itu  sama saja dengan makhluk hidup yang lain bahkan termasuk kita sebagai manusia. Pada prinsipnya, apabila ikan sudah merasa kenyang seberapapun pakan kita berikan pasti tidak akan dimakan. Begitu juga sebaliknya, sebanyak apapun pakan yang kita berikan kalau ikan masih merasa lapar pasti akan dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak faktor penyebab ikan merasa lapar ataupun kenyang. Kondisi lingkungan perairan dan keadaan cuaca sangatlah berpengaruh. Namun, karena budidaya ikan dalam kurungan jaring terapung  biasanya dilakukan pada perairan umum sehingga kita tidak bisa mengontrol keadaan lingkungan tersebut. Apalagi sampai ingin merubah keadaan cuaca. Yang bisa kita lakukan adalah, menyesuaikan teknik pemberian pakan pada ikan sesuai kondisi saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara alamiah, ikan akan dapat menentukan sendiri kapan dia mau makan dan kapan dia tidak mau makan. Kita bisa melihat tanda-tanda tersebut dari respon ikan terhadap kehadiran kita disekitar mereka. Apabila ikan merespon kedatangan kita dengan cara mengejar dan berputar-putar dipermukaan air, atau mungkin juga mereka muncul kepermukaan air padahal sebleum kita datang mereka  berada di dasar perairan maka itulah sebagian tanda bahwa mereka sudah mau makan. Akan tetapi, apabila ikan tidak memberikan respon sama sekali atas kehadiran kita, bahkan setelah kita kasih sedikit pakanpun mereka tetap diam saja, maka saat itu ikan sedang tidak merasa lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang seharusnya kita lakukan dalam menyikapi respon ikan tadi adalah ; &lt;br /&gt;Berikan pakan secukupnya pada ikan saat dia memberi respon mau makan dan segera berhenti memberikan pakan setelah ikan tidak memberikan respon lagi. Janganlah kita membatasi pemberian pakan disaat ikan mau makan tetapi juga jangan sekali-kali memberikan pakan disaat ikan tidak mau makan.  Nah, mudah sekali bukan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-5404505089972759063?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/5404505089972759063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=5404505089972759063' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/5404505089972759063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/5404505089972759063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/03/kalau-memang-bisa-mudah-kenapa-harus.html' title='KALAU MEMANG BISA MUDAH KENAPA  HARUS DIPERSULIT'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S4-shcDqBfI/AAAAAAAAALw/EfHKl4IvWpM/s72-c/Karamba+Jaring+Apung.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8748109704723313637</id><published>2010-02-23T02:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T02:53:45.532-08:00</updated><title type='text'>Arowana super red  Ikan Hias Terbaik Kebanggaan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S4OzrotgU8I/AAAAAAAAAKs/7JhZ6tBz8pw/s1600-h/ARWANA+AUPER+RED.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S4OzrotgU8I/AAAAAAAAAKs/7JhZ6tBz8pw/s400/ARWANA+AUPER+RED.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441390337037718466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ikan purbakala, Arwana memiliki bentuk serta penampilan cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping, dan stream-line, sedangkan gerakan berenangnya amat anggun. Selain itu, proses ikan Arwana saat berkembang biak juga mengandung nilai filosofi yang tinggi. Arwana betina tugasnya hanya bertelur. Kemudian, induk jantan memeram dan memelihara telur-telur itu di dalam mulut selama 40 hingga 50 hari sampai menetas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas arowana super red benar-benar menanjak beberapa tahun terakhir. Satwa air eksotik asli Indonesia ini mencuat diantara keroyokan ikan hias besutan manca negara macam koi, maskoki, dan louhan. Boleh dibilang sampai saat ini hanya arowana satu-satunya produk lokal yang mampu bersaing dengan ikan hias populer yang dikembangkan di luar negeri untuk jadi The Best Ornamental Fish. Sangat pantas kalau arowana ditahbiskan menjadi Pride of Indonesia - ikan hias kebanggaan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti kebanyakan ikan hias populer lain yang merupakan hasil pengembangan di luar negeri, arowana super red memang penghuni asli hulu Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Hebatnya lagi arowana berkelir merah tersebut adalah varian terbaik sekaligus termahal dari semua keluarga arowana yang tersebar di seluruh dunia. Siluk merah, begitu sebutannya di Kalimantan, termasuk satwa dilindungi dan masuk dalam daftar CITES (Convention of International Trade on Endanger Species of Flora &amp; Fauna) karena ketersediaannya di alam sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dengan izin khusus, arowana super red telah dikembangbiakkan sejak lama di Pontianak dan bisa diperdagangkan secara legal. Syaratnya si ikan naga harus disertai sertifikat dan microchip yang tertanam dalam tubuhnya, sebagai penanda ikan hasil tangkaran. Memelihara arowana pun kemudian bisa memiliki arti ganda. Menghargai produk dalam negeri sekaligus berperan membantu pelestarian ikan langka. Tentunya dengan memelihara arowana yang dilengkapi sertifikat dan bermicrochip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik nama latin Scleropages formosus ini sebenarnya tidak pernah ditinggalkan para peminat ikan hias. Sejak mengalami booming pertama kali di tahun delapanpuluhan, arowana super red sebenarnya selalu menjadi satwa kesayangan papan atas di Tanah Air. Namun membanjirnya ikan-ikan impor macam koi, maskoki dan terakhir louhan memang membuat arowana tak terlalu menonjol kala itu. Namun belakangan apresiasi masyarakat semakin meningkat pesat dan menjadi semacam tren hobi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siluk merah memang punya segudang kelebihan untuk menjadi ikan peliharaan populer. Soal penampilan tak perlu diragukan, gelar sebagai Satwa Pesona Nusantara menjadi tolok ukur. Tengok saja tampangnya yang eksotik, bersisik lebar tersusun rapi menyerupai sisik ular legendaris dalam dongeng. Arowana pun lantas dijuluki sebagai si ikan naga. Ditambah dengan ring sisik berwarna merah - emas menyala membuatnya tampak semakin mewah. Kelir merah ini pula yang menambah keperkasaan dan perlambang kuasa bagi pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan renangnya yang gagah sekaligus juga anggun menambah daya tariknya. Menimbulkan ketenangan pikiran saat melihatnya berenang dalam akuarium. Karakteristik satwa kesayangan yang dibutuhkan di masa kini yang penuh dengan tekanan pekerjaan yang sangat tinggi. Selain itu, raja dari segala ikan hias ini juga bisa sangat dekat dan berinteraksi dengan pemilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat jadi ikan populer lain, yakni kemudahan pemeliharaan juga dipenuhi arowana. Harganya yang cukup mahal masih sering dianggap ikan yang sulit dirawat. Padahal kebutuhan hidupnya sebenarnya relatif sama dengan ikan hias lainnya. Arowana tidak menuntut kondisi lingkungan yang terlalu khusus. Sebagai ikan asli Indonesia dan terbiasa hidup di sungai, arowana terkenal sebagai ikan yang tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan. Banyak yang menyebut sang ikan pembawa hoki bagi pemiliknya dan tak kan mudah mati karena penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lainnya harganya paling stabil diantara jenis ikan hias populer lain. Bahkan menunjukkan tren kenaikan dibandingkan dengan angka inflasi. Sebagai ilustrasi saat dollar senilai dengan seribu rupiah di tahun 80-an, harga arowana 100 ribu rupiah. Saat dollar naik 10 kali lipat, harga arowana lebih tinggi mencapai 50 kali lipat menjadi 5 juta rupiah. Harganya juga cenderung terstandar, kecuali untuk arowana yang punya keistimewaan tambahan dan unik. Bandrolnya akan selalu bertambah tinggi seiring dengan pertambahan umur dan ukuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan-kelebihan itu membuat jumlah penggemar arowana super red beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kini si ikan naga tidak hanya menghuni rumah para penggemar ikan hias saja. Masyarakat yang sebelumnya tak tertarik ikan hias juga mulai beramai-ramai memelihara. Naiknya tren pun bisa ditandai dengan munculnya komunitas pecinta arowana di berbagai kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermunculan juga milis dan website yang secara khusus membahas hobi memelihara si ikan naga. Anggota komunitas dan mailing list arowana ternyata tidak terbatas pada para lelaki saja, kaum wanita juga cukup banyak. Juga lintas generasi mulai dari kaum tua sampai anak-anak muda. Komunitas-komunitas tersebut juga aktif menggelar kegiatan terutama kontes yang semakin menggairahkan hobi. Aktivitas kelompok pecinta ikan naga banyak dirintis kira-kira tahun 2006 dan semakin lama tambah menjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya tren hobi ikan yang menjadi simbol kemapanan ini juga nampak dari semakin beragamnya cara pemeliharaan para pecintanya. Dulu arowana hanya dipelihara soliter alias sendirian dalam satu akuarium. Sekarang banyak yang memeliharanya bersama ikan lain (tank mate), juga berkelompok lebih dari 5 ekor dalam satu akuarium (community tank). Model wadah memelihara arowana pun mengalami perkembangan, macam akuarium dinding sampai paludarium, semacam akuarium besar dengan rangka beton yang juga menjadi tren baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan banyak gerai dan pedagang arowana super red semakin menguatkan fenomena kemunculan tren baru. Bahkan kini muncul PT. Inti Kapuas Arowana (IIKP) Tbk., sebuah perusahaan publik yang terjun di bisnis arowana. Sebuah terobosan yang tak pernah dilakukan di bisnis ikan hias lain di Tanah Air. Selain memiliki tambak penangkaran arowana super red di Pontianak, IIKP juga memiliki jaringan professional shop (pro-shop) yang tersebar di berbagai kota besar untuk melayani jual beli arowana terbaik yang berserifikat dan microchip lengkap dengan after sale service. Proshop dengan nama shelookRED Arowana, dibuka di beberapa lokasi di Jakarta. Juga hadir di Bandung, Solo dan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apresiasi tinggi dan tren memelihara arowana asli Indonesia bahkan sudah lebih dulu berlangsung di mancanegara seperti Jepang, Thailand, China dan banyak negara-negara Eropa. Sayangnya, cukup banyak kalangan internasional yang belum tahu arowana berasal dari Indonesia. Tak sedikit yang masih menganggap arowana super red adalah ikan hias produk Singapura. Melihat naiknya citra dan apresiasi masyarakat di Tanah Air, nampaknya tak perlu menunggu lama untuk membuat arowana menjadi raja di negeri sendiri. Sekaligus membuka mata dunia bahwa arowana super red adalah ikan asli sekaligus kebanggaan Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8748109704723313637?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8748109704723313637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8748109704723313637' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8748109704723313637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8748109704723313637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/02/arowana-super-red-ikan-hias-terbaik.html' title='Arowana super red  Ikan Hias Terbaik Kebanggaan Indonesia'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S4OzrotgU8I/AAAAAAAAAKs/7JhZ6tBz8pw/s72-c/ARWANA+AUPER+RED.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-7663163877974113169</id><published>2010-02-21T02:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T02:19:00.355-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Perlu Patenkan Ikan Arwana Super Red</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S4EIit4VuSI/AAAAAAAAAJE/xl0cieVWXhc/s1600-h/ARWANA+AUPER+RED.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S4EIit4VuSI/AAAAAAAAAJE/xl0cieVWXhc/s400/ARWANA+AUPER+RED.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440639217364744482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan asosiasi disarankan agar segera mematenkan ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) sebagai satwa endemik Taman Nasional Danau Sentarum dan Sungai Kapuas, Kalimantan Barat sehingga tidak diklaim sebagai satwa negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asosiasi dibentuk dulu, baru ikan arwananya dipatenkan agar tidak diakui oleh daerah lain dan negara lain. Karena ikan arwana jenis Arwana Super Red merupakan endemik dari TNBK dan Sungai Kapuas," kata Darori, dari Departemen Kehutanan, seusai membuka Kontes Ikan Arwana se-ASEAN, di Pontianak, Kamis (8/5). Darori datang ke Pontianak terkait dengan "The International Arwana Exhibition and Contest" yang diikuti sekitar 100 peserta di Pontianak Convention Center, 7-11 Mei 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengharapkan, pematenan ikan arwana jenis Super Red dilakukan oleh asosiasi penggemar ikan itu sendiri, karena kalau hanya pemerintah yang giat mempatenkan ikan tersebut, bisa saja penangkaran ikan arwana yang menjual bebas ikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tertuang dalam Kepres No. 43 tahun 1978, Lembar Negara No. 51 tahun 1978 menjelaskan hewan yang dilindungi di Pulau Kalimantan dan Sumatera, jenis ikannya terdiri dari arwana Super Red, Golden Red, Banjar Red, arwana jenis Green (hijau), serta satu-satunya ikan arwana jenis Super Red hanya ditemukan di TNBK dan Sungai Kapuas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-7663163877974113169?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/7663163877974113169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=7663163877974113169' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7663163877974113169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7663163877974113169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/02/indonesia-perlu-patenkan-ikan-arwana.html' title='Indonesia Perlu Patenkan Ikan Arwana Super Red'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S4EIit4VuSI/AAAAAAAAAJE/xl0cieVWXhc/s72-c/ARWANA+AUPER+RED.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-2078368004173992533</id><published>2010-02-14T16:23:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T16:25:31.092-08:00</updated><title type='text'>Istri Bolkiah Beli Ikan Arwana di Joglo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S3iUZefncmI/AAAAAAAAAHk/yNo54fTrj-s/s1600-h/Red+Banjar.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 106px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S3iUZefncmI/AAAAAAAAAHk/yNo54fTrj-s/s320/Red+Banjar.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438259715453186658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Istri Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Ny Azrinaz Mazhar Hakim, berencana membeli ikan arowana alias arwana di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (23/4).Sebagai peternak ikan arwana, Sriyadi (42) mengaku gembira akan didatangi Ny Bolkiah. Ia sangat tersanjung terpilih menjadi tuan rumah bagi kunjungan istri Sultan Brunei. "Mungkin beliau mau beli ikan arwana yang di Jakarta, daripada ke Pontianak," ujar Sriyadi saat ditemui di rumahnya, Kompleks DPR Blok K, No 54, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (22/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, rumah Sriyadi tidak tampak sebagai tempat penangkaran ikan arwana. Namun, ketika pintu garasi dibuka, terlihat puluhan akuarium berisi arwana, mulai dari usia beberapa hari hingga lima tahun. Sarjana ekonomi ini juga memiliki tiga kolam di belakang rumahnya, tempat induk arwana dan puluhan arwana usia sedang. Ia hanya membiakkan arwana jenis Super Red atau dalam bahasa latin disebut Sclerophages Formosus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan kunjungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ny Bolkiah dijadwalkan tiba di rumah Sriyadi pukul 09.30. Sriyadi mengatakan, dirinya telah diberi tahu rencana kunjungan ini sejak dua minggu lalu. Sabtu (19/4) lalu rumahnya disurvei untuk persiapan kunjungan Ny Bolkiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ny Bolkiah di Jakarta menyertai kunjungan suaminya, Sultan Hassanal Bolkiah. Bolkiah sendiri, kemarin menyempatkan diri bermain bulu tangkis di sela kunjungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 10.30, Selasa, rombongan tamu negara itu tiba di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Mereka disambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono. Kemudian berlangsung pertemuan empat mata antar-kepala negara dan pertemuan bilateral delegasi dua negara, juga di Istana Merdeka. Seusai kunjungan ke istana, Bolkiah main bulu tangkis di Pelatnas Bulu Tangkis, Cipayung, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Sriyadi memiliki sekitar 125 ikan arwana yang berusia di atas dua tahun. Ikan yang populasinya dilindungi pemerintah ini harganya minimal Rp 5 juta per ekor. Sedangkan untuk jenis Golden berkisar Rp 1,2 juta hingga Rp 3 juta. Untuk jenis Banjar atau Irian hanya berkisar Rp 100.000 per ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal biaya makan dan perawatannya sama, jadi saya lebih milih bisnis arwana jenis Super Red," ujar pria kelahiran Klaten itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami Ari Aniswati itu sudah sering mengekspor ikan arwana ke negara-negara di Asia, seperti Jepang, Taiwan, RRC, Thailand, dan terbanyak ke Singapura. Sriyadi pernah menjual arwana paling mahal seharga Rp 65 juta. "Kalau arwana laku Rp 50 juta sudah sering," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sriyadi tidak menyangka Ny Bolkiah bakal menjadi salah satu pelanggannya. "Setahu saya, beliau melihat di internet. Kalau pakai search engine, website saya (www.citraarowana.com) biasanya langsung muncul," tutur bapak dua anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pembantu rumah tangga dan karyawan Sriyadi, kemarin merapikan ruangan rumah, mengepel lantai, dan membersihkan akuarium. Sriyadi mempersiapkan penyambutan secara baik, meski belum tahu Ny Bolkiah akan membeli arwana yang mana. Ia menyediakan berbagai jenis arwana berumur sedang hingga usia 5 tahun yang termahal seharga Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang berbisnis arwana sejak 2002 ini mengatakan, dalam setahun ia bisa menjual 250 hingga 300 ekor arwana. Para pelanggannya kebanyakan dari kalangan penggemar ikan hias. "Kalau jualan arwana sulit dihitung secara matematik. Kadang sebulan nggak ada yang beli, tapi ada yang sekali beli 50 ikan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ikan yang dijual Sriyadi memiliki microchip yang ditanam dalam dagingnya. Sebab, setiap ikan arwana yang lahir dari telur harus didaftarkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Departemen Kehutanan. Penanaman microchip itu disertai dengan penerbitan sertifikat arwana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data ikan kemudian dapat diketahui dengan menyalakan alat yang dinamakan reader, mirip pembaca barcode untuk barang industri. "Jadi, populasi arwana bisa diketahui pemerintah, kalau pakai reader nggak keluar angka, berarti ikan itu nggak ada sertifikatnya," jelasnya. Penanaman chip baru dilakukan setelah ikan memiliki panjang minimal 20 cm.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-2078368004173992533?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/2078368004173992533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=2078368004173992533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2078368004173992533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2078368004173992533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/02/istri-bolkiah-beli-ikan-arwana-di-joglo.html' title='Istri Bolkiah Beli Ikan Arwana di Joglo'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S3iUZefncmI/AAAAAAAAAHk/yNo54fTrj-s/s72-c/Red+Banjar.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-1332916848794838430</id><published>2010-02-10T05:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T05:53:05.913-08:00</updated><title type='text'>Isteri Sultan Brunei Minati Arwana Rp 100 Juta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S3K6OkM6QpI/AAAAAAAAAHc/b4noX8M2Ayo/s1600-h/Arowana+Super+Red.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 58px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S3K6OkM6QpI/AAAAAAAAAHc/b4noX8M2Ayo/s320/Arowana+Super+Red.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436612459588371090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Permaisuri Sultan Hassanal Bolkiah, Azrinaz Mazhar Hakim, berminat membeli ikan arowana atau arwana jenis Super Red seharga Rp 100 juta, saat mengunjungi tempat penangkaran ikan hias itu di rumah Sriyadi (42), Kompleks Perumahan  DPR Blok K No 54, Joglo. Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (23/4).&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ny Bolkiah  tiba di  rumah  Sriyadi  pukul 09.30 WIB bersama  30 anggota rombongan, termasuk sejumlah istri menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), dan dikawal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tamu negara yang mengaku menyenangi ikan hias ini melihat-lihat sekitar 260 ekor arwana, baik yang ada di akuarium maupun di tiga kolam di belakang rumah Sriyadi. Ia mengaku sangat terkesan melihat penangkaran&lt;br /&gt;ikan yang populasinya dilindungi pemerintah ini.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Kepada tamunya, Sriyadi menjelaskan proses penangkaran ikan arwana jenis Super Red atau dalam bahasa latinnya Sclerophages formosus. Penangkaran diawali dari perkawinan induk  ikan yang berusia lebih dari 10 tahun, dilanjutkan dengan pemeliharaan  telur-telur ikan yang telah dierami dalam mulut induknya,  hingga pemeliharaan arwana sampai berusia sedang. Sriyadi menyediakan arwana beragam usia, mulai dari satu hingga lima tahun, dan harga yang termahal Rp 100 juta.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Kunjungan Ny Bolkiah  ke rumah Sriyadi hanya berlangsung sekitar 20 menit. Pada akhir kunjungan, Sriyadi memberi kenang-kenangan berupa dua  foto ikan arwana seharga Rp 100 juta tersebut kepada tamunya. Foto arwana jenis Super Red tersebut berbahan kanvas, berukuran 90 cm x 120 cm. Tepampang  juga alamat website Sriyadi, www.citraarowana.com, dalam foto tersebut.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Permaisuri Sultan Brunei baru mengaku tertarik atas  ikan arwana jenis Super Red seharga Rp 100 juta tersebut dan belum memutuskan membeli. Menurut Sriyadi, keluarga Sultan Bolkiah akan kembali datang ke rumahnya untuk membeli salah satu ikan arwana dagangannya. "Kata staf Ratu Brunei, akan ditindaklanjuti di kemudian hari," ujarnya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Jika ikan milik Sriyadi yang harganya Rp 100 juta tersebut terjual, maka akan menjadi arwana termahal yang pernah dijualnya. Sebelumnya, Sriyadi hanya menjual arwana termahal seharga Rp 65 juta. "Saya nggak kasih nama ikan itu. Biasanya pedagang lain memang memberi nama untuk ikan arwana dagangannya, biar harganya naik," katanya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ikan arwana berharga Rp 100 juta tersebut panjangnya sekitar 55 cm dengan berat 4 kg. Seluruh sisiknya sudah berwarna merah menyala dan tampak sangat cantik. "Memang tidak punya nama, tapi ikan tersebut maskot Citra Arwana," ujar Sriyadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-1332916848794838430?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/1332916848794838430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=1332916848794838430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1332916848794838430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1332916848794838430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/02/isteri-sultan-brunei-minati-arwana-rp.html' title='Isteri Sultan Brunei Minati Arwana Rp 100 Juta'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S3K6OkM6QpI/AAAAAAAAAHc/b4noX8M2Ayo/s72-c/Arowana+Super+Red.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-7732867310602657188</id><published>2010-02-08T02:38:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T02:41:54.249-08:00</updated><title type='text'>33 Arwana Ilegal Disita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S2_qZAwq5UI/AAAAAAAAAHM/KVLV56TNNX4/s1600-h/ARWANA+AUPER+RED.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S2_qZAwq5UI/AAAAAAAAAHM/KVLV56TNNX4/s320/ARWANA+AUPER+RED.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435820990681244994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyita 33 ekor ikan arwana yang diduga diperdagangkan secara ilegal di Pekanbaru, Riau, Kamis (19/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut terungkap setelah petugas BBKSDA Riau bersama tujuh personel Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Beruang BBKSDA melakukan penggerebekan di sebuah ruko penjual ikan dan perlengkapan pancing Ly`s Akuarium di Jalan Tanjung Datuk No 81 A, Pekanbaru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan ikan arwana tersebut ada di dalam akuarium yang diletakkan terpisah dari ikan lainnya yang dipajang di bagian depan toko. Arwana berbagai jenis, seperti golden red, super red, dan silver, tampaknya sengaja disembunyikan pemilik toko di ruangan khusus di bagian belakang ruko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik toko sempat merasa keberatan dan marah-marah dengan kehadiran wartawan yang meliput penggerebekan tersebut. Ia bahkan sempat mengatakan akan menuntut salah satu media apabila diberitakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala BBKSDA Riau Rachman Siddik mengatakan, terbongkarnya perdagangan arwana ilegal itu adalah hasil dari informasi warga. Pemilik toko itu adalah Edy Hartono dan istrinya Ally yang langsung dibawa ke kantor BBKSDA Riau untuk dimintai keterangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari hasil pemeriksaan, pemilik ruko mengatakan, 33 ekor ikan arwana tersebut 14 di antaranya berasal dari Medan dan 19 lainnya didapat dari teman-temannya yang berdomisili di Riau. Arwana ilegal dijual sekitar Rp 25 juta per ekor," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rachman, puluhan ikan itu disita karena pemilik tidak bisa menunjukkan dokumen keberadaan dan sertifikat kepemilikan arwana tersebut. Pemilik toko tersebut, telah melanggar Pasal 21 Ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemilik dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, 33 ekor arwana yang disita tersebut untuk sementara tetap dititipkan di ruko karena BBKSDA tidak memiliki tempat penampungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-7732867310602657188?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/7732867310602657188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=7732867310602657188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7732867310602657188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7732867310602657188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/02/33-arwana-ilegal-disita.html' title='33 Arwana Ilegal Disita'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/S2_qZAwq5UI/AAAAAAAAAHM/KVLV56TNNX4/s72-c/ARWANA+AUPER+RED.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-9057798576480047570</id><published>2010-02-06T02:32:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T02:38:25.255-08:00</updated><title type='text'>Penangkaran Arwana Caplok Taman Hutan Raya</title><content type='html'>Dinas Kehutanan Provinsi Riau menyatakan, penangkaran ikan arwana telah mencaplok kawasan konservasi alam di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasim, Riau, sehingga bisnis tersebut dinyatakan ilegal.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;"Mereka sudah pasti mengeksploitasi sungai di Tahura untuk penangkaran ikan arwana. Saya bisa pastikan itu, dan itu jelas menyalahi aturan," kata Kepala Seksi Kebakaran Hutan dan Lahan (Dishut) Said Nurjaya di Pekanbaru, Selasa (15/9).&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Status Tahura dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kawasan pelestarian alam tersebut bertujuan untuk tempat koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata, serta rekreasi.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;"Apa pun yang terdapat dalam kawasan hutan lindung, tidak boleh diekploitasi," ujarnya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Hal tersebut dikatakan Said terkait adanya penangkaran ikan arwana yang luasannya dikabarkan mencapai puluhan hektare di Tahura. Menurut informasi, aktivitas penangkaran itu sudah berlangsung selama 15 tahun terakhir.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Ia juga mengatakan, kondisi kawasan seluas 6.172 hektar itu sudah sangat memprihatinkan karena sudah banyak berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. "Akibat maraknya perambahan dan pembukaan lahan untuk kebun sawit, kebakaran tiap tahun selalu melanda Tahura pada musim kemarau," katanya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Menurut dia, Dishut Riau akan mengajukan dana Rp 52 miliar dana APBD tahun 2010 untuk membiayai pembangunan pagar mengelilingi Tahura sebagai pembatas dengan lahan warga. Jika sudah dipagar, ujarnya, akan diketahui siapa saja pemilik kebun sawit sehingga ke depan akan dilancarkan razia dan operasi khusus di Tahura.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-9057798576480047570?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/9057798576480047570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=9057798576480047570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/9057798576480047570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/9057798576480047570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/02/penangkaran-arwana-caplok-taman-hutan.html' title='Penangkaran Arwana Caplok Taman Hutan Raya'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-2353565844979604</id><published>2010-02-04T02:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-04T02:03:21.363-08:00</updated><title type='text'>Cerita Tentang Ikan Seharga Rp 500 Juta.</title><content type='html'>Bagi para pehobi ikan hias tentu sudah tak asing dengan ikan Arwana. Tampilannya anggun dan berwibawa hingga tak heran jika disebut sebagai rajanya ikan hias. Dari berbagai jenis yang ada, Arwana Super Red didaulat sebagai kasta tertinggi Arwana karena keindahan dan mitos yang menyelimutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai saat ini jenis Super Red yang masih menjadi kasta tertinggi ikan Arwana dan ikan hias lainnya," kata Steven Surya Atmaja dari Arowana Club Indonesia (ACI) saat ditemui Kompas.com di sela-sela pameran reptil dan ikan hias bertajuk Indonesia Pets Plants Aquatic Expo 2009 , di WTC Mangga Dua, Jakarta, Minggu (6/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pameran berbagai jenis ikan hias yang diselenggarakan 5-13 Desember ini memang secara khusus menampilkan Arwana sebagai salah satu unggulan di jajaran ikan hias. Jenis Super Red pun menjadi bintang utama dalam pameran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar Biasa Mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kasta tertinggi itu pula, maka wajar jika harga ikan Arwana terutama jenis Super Red bisa mencapai harga yang dianggap luar biasa mahal bagi orang awam. "Sebagai ikan hias dengan kasta tertinggi maka harganya pun tentu menyesuaikan dengan kualitasnya," kata Steven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan, dengan tren ikan hias sekarang, harga seekor Arwana Super Red dengan kualitas terbaik bisa mencapai Rp 500 juta. Untuk anakan Super Red yang paling kecil, kata dia, dipasarkan dengan harga berkisar Rp 3,5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Super Red unggulan dari Arowana Club Indonesia pun rencananya akan ditampikan pada 12 Desember mendatang dalam pameran tersebut. "Jenisnya Super Red, dengan warna yang sangat merah mengilap," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski harganya terbilang tak masuk akal, namun Steven mengungkapkan, memelihara ikan Arwana merupakan investasi yang sangat menjanjikan. Bisnis ikan Arwana terutama jenis Super Red sangat tinggi peminatnya terutama di luar negeri. "Para peternak Arwana di Indonesia malah sering kewalahan memenuhi permintaan dari luar negeri. Banyak permintaan dari luar, jadi makin meningkatkan harga jual Arwana," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura, China, Thailand, Kanada, dan negara-negara di Eropa, sebut Steven, masih jadi pengimpor terbesar Arwana dari Indonesia. "Potensi Arwana di Indonesia diakui masih yang terbaik. Makanya selain jadi hobi, peluang bisnis di Ikan Arwana saya kira sangat menjanjikan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan Ekstra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, ia mengatakan, untuk jenis Super Red memang perawatannya agak lebih sulit dengan jenis Arwana lainnya. Jenis Super Red ini bisa dibilang cukup rewel dan sangat riskan sakit jika tak dirawat dengan baik. "Ikan ini istilahnya orang gedongan. Enggak biasa kalau enggak dapat perawatan ekstra," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk air saja, misalnya, harus dilakukan penggantian air dua kali sepekan. Airnya pun, paparnya, harus air tawar yang sudah diendapkan sehari semalam. "Kalau tidak begitu malah bisa mabuk ikannya," tambahnya. Belum lagi dengan makanannya yang harus mendukung kualitas warnanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steven mengatakan, jenis Super Red harus diberikan jenis pakan yang mengandung beta karoten agar bisa menambah kilau warnanya. "Bisa diberikan udang atau kelabang," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, lanjut dia, peminat Arwana Super Red kebanyakan dari kelangan yang sudah terjun lama di dunia ikan hias dan sudah paham seluk beluk arwana. "Untuk kalangan pemula sebaiknya bertahap dengan memelihara Arwana Silver dulu. Kalau sudah biasa baru nanti beranjak ke Super Red," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ikan dengan kasta tertinggi, Arwana Super Red memang sering dikaitkan dengan berbagai mitos seputar keindahannya. Steven mengatakan, sebagian hobiis Arwana percaya, Arwana Super Red bisa mendatangkan kekuasaan dan kewibawaan bagi pemiliknya. Tak heran pula, ujarnya, banyak pejabat pemerintah memiliki Super Red di rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Super Red itu mitosnya membawa kekuasaan dan kewibawaan. Makanya baiknya diletakkan di ruang tamu atau di ruang tunggu tempat usaha," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steven juga berkisah, seorang ahli metafisika pernah mengatakan bahwa ia bisa melihat sebuah rumah memancarkan cahaya aura bila memiliki Arwana di dalamnya. "Arwana itu bisa memunculkan aura yang baik bagi seluruh penghuni rumah," tandasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-2353565844979604?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/2353565844979604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=2353565844979604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2353565844979604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2353565844979604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/02/cerita-tentang-ikan-seharga-rp-500-juta.html' title='Cerita Tentang Ikan Seharga Rp 500 Juta.'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6462158964113114933</id><published>2010-02-02T14:44:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T14:45:15.323-08:00</updated><title type='text'>Sulitnya Bisnis Monster Fish</title><content type='html'>kan jenis monster fish merupakan ikan langka yang unik dan belum populer di pasaran. Hampir seluruh monster fish yang ada di Indonesia diimpor dari negara lain terutama negara-negara Afrika atau Amerika Selatan. Hal itulah yang menjadi kendala dalam mengembangkan bisnis monster fish. Demikian yang dituturkan hobiis monster fish yang juga pebisnis monster fish, Hanung dan Kamil saat pameran ikan hias, reptil, dan tanaman, Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009 yang di gelar di WTC Mangga Dua Jakarta, Sabtu (12/12/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih awam banget ya, banyak yang belum tau, kayak tadi, sering orang bilang ikan kita (monster fish) ikan lele, padahal kan bukan," ujar Hanung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya nggak banyak ya pedangang yang main ikan monster fish kayak gini. Resikonya gede, biaya impor, ongkos masuk," kata Kamil menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hanung, tantangan terbesar dalam berbisnis monster fish adalah bagaimana menyosialisasikan kepada masyarakat tentang keberadaannya sebagai ikan yang patut diminati. "Tantangan terbesar membuat masyarakat tahu terhadap ikan ini, kenapa bisa mahal, kenapa bisa langka," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan lainnya, menurut Hanung adalah mengembangbiakkan monster fish yang cukup sulit dilakukan mengingat sebagian besar ikan ini habitat aslinya bukan di Indonesia. Untuk menyiasatinya, Hanung biasanya melakukan riset keadaan air di habitat asli monster fish seperti suhu asli dan kadar keasaman air terlebih dahulu, untuk kemudian membuat habitat tiruan yang hampir mirip habitat asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan masih impor, butuh adaptasi dengan lingkungan lokalnya. Tantangannya bagaimana mengembangkan satu jenis. Biasanya kita riset bagaimana rata-rata suhu di Amazon, keasamannya, kita tiru. Nggak mungkin sama persis sih," ujar Hanung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan golongan monster fish juga bisa terkena penyakit yang tidak umum, berbeda dengan ikan ternakan. "Karena ikan tangkepan alam, banyak penyakit yang nggak umum kayak ikan ternak biasa. Misalnya penyakit pencernaan. Awalnya gak kelihatan, oh ikan ini sehat. Mungkin gara-gara di tempat penampungan sebelum impor tidak dikasih makan, atau makanannya gak cocok," kata Hanung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak tantangannya, bisnis monster fish termasuk bisnis yang menjanjikan. Namun membutuhkan waktu relatif lama untuk sukses, tidak bisa hanya dalam setahun sampai dua tahun. "Bisa dibilang menjanjikan tapi nggak bisa dalam setahun, dua tahun. Harus banyak sosialisasi," imbuh Hanung. Monster fish adalah salah satu golongan ikan hias yang dipamerkan di pameran ikan hias,reptil, dan tanaman, Indonesian Pets Plants Aquatic Expo yang berlangsung 5-13 Desember di WTC Mangga Dua Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6462158964113114933?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6462158964113114933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6462158964113114933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6462158964113114933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6462158964113114933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/02/sulitnya-bisnis-monster-fish.html' title='Sulitnya Bisnis Monster Fish'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-4069805809716394123</id><published>2010-02-01T14:44:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T14:45:01.186-08:00</updated><title type='text'>Ikan Albino Lebih Diburu Hobiis</title><content type='html'>Bagi penggemar ikan hias, ikan yang memiliki kelainan seperti ikan albino yang putih pucat akibat kekurangan pigmen warna justru diburu karena dianggap unik dan langka. Harganya pun jauh lebih mahal dibanding ikan sejenis yang normal. Misalnya saja, seekor monster fish, Lung Fish albino dihargai 12 juta rupiah sementara ikan Lung Fish normal harganya hanya ratusan ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang paling mahal di sini, Lung Fish albino. Harganya 12 juta. Kalau yang biasa 300 ribu-an," ujar Kamil salah seorang penjual monster fish di pameran ikan hias, reptil, dan tanaman, Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009 di WTC Mangga Dua, Jakarta, Sabtu (12/12/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan harga dari ikan unik dengan ikan normal sangat tinggi karena jumlah Lung Fish albino sangat sedikit. "Dikit banget. Dari satu juta, hanya ada satu yang albino," kata Kamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanung yang juga hobiis monster fish menambahkan, Lung Fish albino hanya terdapat di Afrika, Amazon dan Australia. Yang paling mahal dan langka adalah Lung Fish albino Australia yang saat ini termasuk hewan yang dilindungi. Lung Fish adalah ikan air tawar pemakan daging. Terlihat di pameran, Lung Fish normal berwarna abu-abu kecoklatan seperti ikan lele yang memiliki sisa kaki dan tangan. Sedangkan Lung Fish albino berwarna putih pucat dengan bola mata berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamil, Lung Fish albino memiliki gangguan penglihatan seperti layaknya manusia albino. Seperti yang diberitakan, dalam Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009, dipamerkan beragam ikan hias, reptil, dan tanaman hias yang cukup menarik perhatian pengunjung terlihat dari bayaknya pengunjung yang datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-4069805809716394123?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/4069805809716394123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=4069805809716394123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/4069805809716394123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/4069805809716394123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/02/ikan-albino-lebih-diburu-hobiis.html' title='Ikan Albino Lebih Diburu Hobiis'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8269878019184890676</id><published>2010-01-31T15:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T15:28:41.861-08:00</updated><title type='text'>Kehidupan Biota Laut Terancam</title><content type='html'>Badan konservasi alam dunia di bawah PBB mengingatkan pentingnya Konferensi Perubahan Iklim 2009 menghasilkan kesepakatan yang ambisius. Pengasaman laut akibat kenaikan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer menyebabkan kepunahan spesies biota laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetannya, yaitu terancamnya ketahanan pangan dan berdampak serius terhadap perekonomian dunia. Faktanya, pengasaman laut naik 30 persen sejak era industri 250 tahun silam. ”Pengasaman laut dideskripsikan sebagai ’pasangan jahat’ perubahan iklim,” kata Marine Vice Chair IUCN World Commission on Protected Areas Dan Laffoley pada peluncuran laporan The Ocean and Climate Change Tools and Guidelines for Action di Bella Center, Kopenhagen, Denmark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biota laut yang terancam di antaranya adalah terumbu karang dan hewan bercangkang, yang merupakan organisme kunci lautan. Terumbu karang menjadi gantungan hidup ratusan ribu spesies, termasuk ikan hias dan ikan komersial, yang banyak memberi penghidupan bagi masyarakat pesisir. Hewan bercangkang berperan penting pada rantai makanan di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya kadar asam laut menyebabkan karang-karang mati, yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk pulih. Apabila itu terjadi, lautan bisa menjadi sumber petaka. Padahal 70 persen luasan dunia terdiri atas laut. Selain itu, hampir 90 persen penduduk dunia bersinggungan dengan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publikasi penelitian menyebutkan, jika kadar CO di atmosfer terus naik, keasaman air laut akan meningkat 120 persen pada tahun 2060, yang terbesar dalam 21 juta tahun ini. Pada tahun 2100, 70 persen karang laut dingin terpapar air yang bersifat korosif. ”Kelautan harus menjadi salah satu isu utama dalam diskusi,” kata Laffoley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain fakta kebergantungan langsung penduduk dunia terhadap hasil laut, lautan juga menyerap 25 persen CO yang diemisikan setiap tahunnya dan menyuplai oksigen bagi makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, isu kelautan masih belum jadi isu utama negosiasi. Diakui bahwa ada kekurangan data penunjang mengenai peran laut sebagai penyerap karbon. Apalagi untuk laut di kawasan tropis, seperti Indonesia. Sebagian pihak menilainya lebih banyak melepaskan emisi karena pengaruh arus laut dan posisi Matahari. Head of IUCN Marine Programme Carl Gustaf Lundin menyebutkan, saat ini adalah waktu tepat memotong laju emisi dalam jumlah besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8269878019184890676?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8269878019184890676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8269878019184890676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8269878019184890676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8269878019184890676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/kehidupan-biota-laut-terancam.html' title='Kehidupan Biota Laut Terancam'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-1926897019184793691</id><published>2010-01-30T01:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T01:24:38.608-08:00</updated><title type='text'>Sumur Resapan, Banjir, dan Ternak Lele...</title><content type='html'>Hujan? Gak masalah! Banjir? Itu sudah masa lalu! Begitulah warga di RT 04/RW 01 Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung ini boleh sedikit membusungkan dada kalau diajak bicara soal banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kini mereka mengaku tak kawatir dan bisa tidur nyenyak meski hujan gegenjeran menghantam bumi. Ya, mereka tak lagi dihantui bencana banjir yang dulu kerap melanda permukiman mereka. Pembuatan sumur-sumur resapan di seluruh perkampungan menyebabkan air cepat sekali meresap dan tak sampai menggenangi kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, suasana pemukiman di RT 04 Babakan Asih itu layaknya kawasan padat penduduk lainnya. Gang-gang sempit dan rumah-rumah berdempetan menjadi pemandangan yang umum. Namun, tidak ada yang menyangka, di bawah gang-gang sempit itulah terletak sebuah instalasi prolingkungan yang bahkan belum ada di kompleks perumahan mewah sekalipun, yaitu sumur-sumur resapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 17 titik sumur resapan dibangun di berbagai sudut dan gang di kawasan ini. Sumur-sumur ini memiliki spesifikasi ukuran rata-rata 1 x 0,8 x 2 meter, ditambah lubang suntikan sepanjang 3 meter di dasar sumur untuk mengalirkan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, sejak dibangun Mei 2009 silam, keberadaan sumur-sumur resapan ini sangat membantu mengurangi banjir. "Dahulu, cileuncang bisa bertahan berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari. Sekarang, 15 menit juga bajir sudah surut," ungkap Ahmad Ruyani (44), Ketua RT 04 Babakan Asih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah yang lazim dikenal dengan nama Blok Tempe ini dulunya adalah daerah langganan banjir. Anak Sungai Citepus yang membelah wilayah ini biasa menjadi sumber malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu, kalau pas ujan besar, anak-anak sekolah sulit ke sekolah. Banjir bisa sampai lebih dari setinggi lutut. Sampai-sampai, tiang jembatan (kali) tenggelam pas banjir," kata Reggi Kayong Munggaran (26), aktivis Common Room yang memotori gerakan pemberdayaan masyarakat di pemukiman ini menceritakan kondisi dahulu di wilayah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pahit akan banjir dan kondisi lingkungan yang buruk melecut warga untuk bersama-sama aktif melakukan sesuatu. Ya, jadinya salah satunya sumur resapan ini. Pembuatan sumur resapan ini menelan dana Rp 1,7 juta per sumur. Ditotal, seluruh sumur menelan dana hingga Rp 28,9 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana patungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana biaya sebesar itu diperoleh? "Sebagian dari udunan (patungan) warga, dan sebagian lagi dari sumbangan berbagai pihak," tutur Reggi. Terlepas dari besarnya dana, dengan segala impitan hidup dan minimnya penghasilan, warga mau bersama-sama iuran dan kerja bakti membangun sumur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, tidak hanya berfungsi mengendalikan banjir, sumur-sumur resapan ini juga bisa digunakan untuk ternak kecil-kecilan ikan lele. Lele dipakai agar jentik nyamuk mati. "Satu sumur bisa menghasilkan 2 kg lele," tutur Ipan Garniwa (27), pengurus RT setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil panen ikan lele biasa digunakan warga untuk botram-istilah untuk makan bareng, setiap usai kerja bakti membersihkan kali atau menguras sumur resapan. Singkat kata dari warga untuk warga pula hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan kepedulian lingkungan dengan m embuat sumur-sumur resapan yang ditunjukkan warga RT 04 Babakan Asih ini patut menjadi contoh bagi warga Bandung yang lain. Apalagi, Pemerintah Kota Bandung sempat mencetuskan gerakan membuat sumur resapan. Namun, dampaknya hanya jalan di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ba nyak warga yang enggan dan belum sadar untuk membuat sumur resapan sendiri. Padahal, dampak banjir ke depan bakal kian menjadi-jadi akibat tingginya peluang hujan ekstrim yang dipicu perubahan iklim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-1926897019184793691?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/1926897019184793691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=1926897019184793691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1926897019184793691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1926897019184793691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/sumur-resapan-banjir-dan-ternak-lele.html' title='Sumur Resapan, Banjir, dan Ternak Lele...'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-2184231800545842096</id><published>2010-01-28T14:49:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T14:50:43.189-08:00</updated><title type='text'>Rayakan Kemerdekaan dengan Panen Lele</title><content type='html'>Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Senin (17/8), melakukan panen perdana ikan lele hasil olahan para nara pidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kupang. Hasilnya,  18.000 ekor!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen perdana ikan lele hasil budidaya 624 napi penghuni LP Klas IIA Kupang itu dilakukan seusai Gubernur Lebu Raya menyerahkan remisi umum kepada 362 napi di LP Penfui pada HUT ke-64 Kemerdekaan RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bukti bahwa kehidupan di Lapas tidak ada bedanya dengan warga masyarakat lain yang berada di rumah sendiri. Ini sangat luar biasa," kata Gubernur Lebu Raya memuji aktivitas para napi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pembangunan ekonomi dapat dilakukan melalui pengembangan budidaya ikan air tawar yang hingga saat ini belum dilirik masyarakat pengusaha sebagai salah satu potensi yang cukup menjanjikan di NTT saat ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Budidaya ikan (air) tawar hanyalah satu potensi dari sedemikian banyak potensi yang dimiliki daerah ini. Semuanya belum digarap dan diolah secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan, meskipun 70 persen penduduk adalah petani dan nelayan" katanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut, menurut Gubernur Lebu Raya, ikut memengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi di daerah ini yang baru mencapai 4,8 persen dengan tingkat pendapatan perkapita masyarakat Rp4,4 juta per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya minta kepada semua komponen masyarakat, baik yang masih mendekam dalam Lapas atau rumah tahanan untuk tidak berhenti beraktivitas dan berkreativitas secara cerdas dan tuntas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini salah satu resep untuk menurunkan angka kemiskinan yang hingga kini mencapai 24 persen dan menaikkan pertumbuhan ekonomi rakyat serta menaikkan pendapatan perkapita masyarakat," katanya menambahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala LP Kelas IIA Kupang Priya Pratama secara terpisah mengatakan, dari 18.000 ikan lele yang dipanen tersebut, sebaran pertama hanya 9.000 ekor. "Sebaran tahap kedua 10.000 ekor, namun yang hidup hingga dipanen oleh Gubernur Lebu Raya sebayak 9.000. Jadi totalnya 18.000 ekor," katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mulanya, kata Pratama, pihak Lapas mendatangi Dinas Perikanan NTT meminta agar ada kerja sama soal budidaya ikan lele ini.  "Ajakan tersebut akhirnya tercapai. Kami menyiapkan bak penampung serta empang untuk budidaya di halaman tengah Blok C Lapas Penfui, sedang Dinas Perikanan NTT menyiapkan bibit, makan dan tenaga pendamping," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-2184231800545842096?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/2184231800545842096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=2184231800545842096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2184231800545842096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2184231800545842096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/rayakan-kemerdekaan-dengan-panen-lele.html' title='Rayakan Kemerdekaan dengan Panen Lele'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-9188609118737981264</id><published>2010-01-26T13:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T14:02:36.204-08:00</updated><title type='text'>Beternak Lele Dumbo, Siapa Takut...</title><content type='html'>Lele dumbo (Clarias gariepinus) semula dipandang sebelah mata. Namun, komoditas perikanan air tawar ini sekarang menjelma menjadi industri rakyat. Nilai perdagangannya setiap tahun mencapai lebih dari Rp 1 triliun, penyerapan tenaga kerja, nilai tambah, dan multyplier effect yang dihasilkan juga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis usaha terkait lele pun meluas, mulai dari industri pakan (pelet), perbenihan, budidaya, perdagangan, hingga pengolahan pangan berbahan baku lele yang umumnya skala rumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen lele juga menyebar luas. Dari desa hingga ke kota. Tidak saja rakyat jelata yang makan di warung-warung tenda dengan sambal terasi dan lalapan, tetapi merambah ke konsumen menengah atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan status sosial komoditas lele ini telah merangsang tumbuhnya berbagai inovasi usaha dalam teknologi pengolahan pangan. Ada lele goreng kremes, bakso lele, mi basah lele, lele asap, abon lele, rolade lele, hingga pizza lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena potensinya yang besar, tak kurang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut mendukung pengembangan usaha berbasis lele dumbo dengan kampanye makan lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan Made L Nurdjana, Rabu (29/7) di Sukabumi, Jawa Barat, mengungkapkan, terus meningkatnya konsumsi lele dan produk olahannya secara otomatis mendorong peningkatan produksi lele dalam negeri. Tahun 2008 saja produksi lele hidup untuk konsumsi mencapai 108.200 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menghitung per kilogram lele ukuran konsumsi ada delapan ekor, setidaknya dalam setahun produksi lele nasional mencapai 868,6 miliar ekor atau 2,37 miliar ekor per hari. Apabila dirupiahkan, produksi lele 108.200 ton per tahun itu senilai Rp 1,41 triliun, dengan asumsi harga lele konsumsi Rp 13.000 per kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum menghitung nilai ekonomi yang timbulkan dari usaha lele, baik dari aspek off farm maupun sarana produksi, seperti produksi pakan, obat-obatan, material kolam, pemupukan, hingga pembenihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin besar lagi perputaran ekonomi kalau menghitung berapa juta pedagang di seantero negeri ini berkat lele, baik dalam bentuk warung tenda maupun produk olahan. Juga berapa banyak tenaga kerja yang terserap baik tingkat hulu maupun hilir, dan perdagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini permintaan lele juga tidak saja berasal dari dalam negeri. Konsumen di Amerika Serikat dan Eropa juga sudah melirik lele. Begitu pula dengan Singapura dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembangnya ”industrialisasi” lele dumbo berbasis kerakyatan secara tanpa disengaja tumbuh dari bawah. Ketika lele dumbo masuk Indonesia beberapa dekade lalu, minat masyarakat terhadap jenis ikan catfish yang satu ini cenderung negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu masyarakat tidak begitu suka dengan lele karena kesan menjijikkan. Kulitnya yang berlendir mengingatkan konsumen tertentu pada jenis hewan melata seperti belut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan adaptasi binatang air yang satu ini karena mampu hidup dalam lingkungan air yang kotor sekalipun telah menggeser persepsi masyarakat terhadap komoditas lele yang terkesan jorok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seiring melemahnya daya beli masyarakat akibat berbagai tekanan ekonomi, lele semakin diminati. Selain murah kandungan proteinnya tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya fenomena pecel lele kian mendongkrak citra lele di mata masyarakat. Mengonsumsi lele bukan lagi memalukan. Di Yogyakarta, pecel lele menjadi santapan yang digemari mahasiswa karena terjangkau. Kebutuhan lele dumbo di Yogyakarta 10-15 ton per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan dan pasti, permintaan lele terus naik. Bila tahun 2004, produksi lele budidaya hanya 51.271 ton per tahun, tahun 2005 naik menjadi 69.386 ton, 2006 (77.272 ton), 2007 (91.735 ton), dan 2008 (108.200 ton).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Riset dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengungkapkan, lele merupakan industri rakyat. Tak ubahnya raksasa yang tidur (sleeping giant), bisa diusahakan siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diperlukan saat ini adalah inovasi teknologi pangan. Karena sekarang ini konsumsi terbesar lele dumbo lebih pada bentuk segar, belum banyak ke produk olahan. Kalau tidak segera mengembangkan industri pangan olahan berbasis lele, akan terjadi kelebihan pasokan dan ini akan membahayakan bagi kelangsungan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau menunggu inovasi teknologi pengolahan pangan dari masyarakat, perlu waktu lama. Kebijakan pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian di bidang pangan perlu di arahkan ke sana,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri lele dumbo berbasis usaha kecil rakyat ini jelas lebih tahan banting.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-9188609118737981264?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/9188609118737981264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=9188609118737981264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/9188609118737981264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/9188609118737981264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/beternak-lele-dumbo-siapa-takut.html' title='Beternak Lele Dumbo, Siapa Takut...'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-4955633530065918440</id><published>2010-01-25T14:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T14:01:03.201-08:00</updated><title type='text'>Mataram Unggulkan Ikan Air Tawar</title><content type='html'>Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB), menjadi pusat pengembangan budidaya ikan air tawar terutama ikan nila, lele, dan karper dengan sistem keramba dan kolam.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Moh Ali Syahdan di Mataram, Sabtu (12/12/2009), mengatakan, saat ini semakin banyak petani di Kota Mataram yang membuka usaha budidaya ikan nila baik di kolam maupun menggunakan keramba karena permintaan komoditas tersebut cukup banyak terutama untuk pasar lokal.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ia mengatakan, di sejumlah wilayah Kota Mataram cukup banyak petani yang mengelola usaha budidaya ikan nila  dan karper, antara lain di Sayang-Sayang, sementara di Lombok Barat paling banyak di Kecamatan Lingsar dan Narmada.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Kota Mataram dan Lombok Barat cocok untuk pengembangan budidaya ikan air tawar terutama nila, karper dan lele, karena air tidak pernah kering kendati terjadi kemarau panjang. "Saat ini petani di Kota Mataram dan Lombok Barat sedang ’demam’ usaha budidaya ikan nila baik di kolam maupun keramba, karena permintaan komoditas tersebut terus meningkat," katanya pada acara jumpa pers evaluasi akhir tahun 2009.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Permintaan ikan nila di pasar tradisional di Kota Mataram dan Lombok Barat cukup tinggi, demikian juga untuk kolam pemancingan cukup banyak membutuhkan ikan nila dan karper.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Budidaya ikan air tawar lain yang dikembangkan petani adalah ikan lele dengan  menggunakan lahan marginal, namun hasilnya cukup besar. "Kami menganjurkan petani untuk memproduksi ikan lele sebanyak-banyaknya, karena permintaan khususnya di Pulau Sumbawa cukup banyak dan harganya mahal mencapai Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per kilogram, sementara di Kota Mataram hanya Rp 11.000 per kg," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-4955633530065918440?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/4955633530065918440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=4955633530065918440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/4955633530065918440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/4955633530065918440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/mataram-unggulkan-ikan-air-tawar.html' title='Mataram Unggulkan Ikan Air Tawar'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-858936993157778544</id><published>2010-01-23T17:27:00.001-08:00</published><updated>2010-01-23T17:27:52.708-08:00</updated><title type='text'>Melacak Sirip Hiu, dari Sup ke Samudra</title><content type='html'>Tiap tahun jutaan sirip hiu diperdagangkan di pasar-pasar di China untuk memenuhi permintaan akan sup sirip hiu, yang dianggap sebagai salah satu kenikmatan kuliner. Tapi sejauh ini belum pernah diketahui hiu dari daerah mana dan jenis apa yang terancam akibat perdagangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berkat suatu riset DNA, para peneliti mampu melacak asal sirip hiu yang dijual di pasaran Hong Kong sampai ke tempat hiu-hiu itu hidup. Ilmuwan menemukan bahwa sebagian dari sirip hiu itu diambil dari jenis hiu martil yang hidup berkilo-kilometer jauhnya dari Hong Kong dan populasinya tergolong terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan ini menekankan pentingnya melindungi hiu-hiu dari perdagangan internasional. Pasalnya, sekitar 73 juta hiu dibunuh tiap tahun demi masakan yang disebut lezat ini, dimana 1 sampai 3 juta hiu yang dibunuh adalah hiu martil. Menurut Ellen Pikitch, profesor ilmu kelautan dari Universitas Stony Brook, New York, hiu-hiu martil diincar karena ukuran siripnya yang besar, dan 1 kg sirip bisa dijual seharga 120 dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perdagangan sirip hiu telah terjadi bertahun-tahun secara gelap," kata Demian Chapman, peneliti dari Institut Ilmu Pelestarian Laut, Universitas Stony Brook. "Hasil kerja kami menunjukkan bahwa perdagangan sirip hiu martil berasal dari seluruh penjuru dunia, maka itu penanganannya juga harus dilacak dan dikelola secara global."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chapman dan para mitranya memakai teknik yang disebut 'identifikasi stok genetika' (GSI) untuk meneliti contoh DNA dari 62 sirip hiu martil yang didapatkan dari pasaran di Hong Kong. Dengan melihat urutan DNA mitokondrial dari tiap sirip - yaitu bagian kode genetika yang diturunkan dari induk dan bisa dilacak untuk menentukan daerah kelahiran hiu - para peneliti bisa mencocokkan 57 dari 62 sirip tersebut pada suatu lokasi di Samudra Indo-Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim peneliti juga menganalisa urutan mitokondrial dari 177 hiu martil yang telah dipotong siripnya di Samudra Atlantis bagian barat dan membuktikan bahwa spesies itu berasal dari tiga kelompok menurut asalnya, yaitu: dari utara (Atlantik dan Teluk Mexico), tengah (Belize dan Panama), selatan (Brazil). Hasil pelacakan menunjukkan 21 persen sirip hiu di Hong Kong berasal dari Atlantik bagian barat. Hiu martil yang telah diambil siripnya di area ini sejak 2006 sudah termasuk kelompok terancam menurut Serikat Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Bahkan spesies daerah pesisir ini sepertinya telah hilang dari bagian barat Samudra Atlantik Utara dan Teluk Mexico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"DNA dari hiu martil memiliki tanda DNA populasi yang kuat, sehingga kita bisa melacak asal-usul geografis sebagian besar sirip yang dijual di pasaran," kata Mahmood Shivji, direktur dari Institut Riset Guy Harvey, di Florida yang telah menerbitkan karya tulis mengenai topik ini. "Dari sudut pandang yang lebih luar, pengujian sirip lewat forensik DNA bisa menjadi alat untuk menentukan area perlindungan dan untuk memastikan hiu tidak punah di area tertentu akibat diburu secara berlebihan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan hiu martil akan dipertimbangkan pada Konvensi mengenai Perdagangan Internasional Spesies yang Terancam (CITES), Maret 2010, di Qatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika telah mengusulkan bagi CITES untuk mendaftar hiu martil dan lima spesies hiu lainnya pada Lampiran II, yang akan mencanangkan perizinan dan pengawasan untuk seluruh perdagangan spesies ini di seluruh perbatasan internasional. Dengan mengetahui spesies dan asal-usul dari sirip yang diperdagangkan maka pengelolaan dan usaha perlindungan bisa dialokasikan dengan efektif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-858936993157778544?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/858936993157778544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=858936993157778544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/858936993157778544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/858936993157778544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/melacak-sirip-hiu-dari-sup-ke-samudra.html' title='Melacak Sirip Hiu, dari Sup ke Samudra'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-3812507146450348860</id><published>2010-01-21T05:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T05:53:14.997-08:00</updated><title type='text'>Bukan Cupang Sembarang Cupang</title><content type='html'>HANYA Indonesia yang menyebut ikan air tawar ini cupang. Memang enak dilafalkan. Tentu, ini bukan cupang sembarang cupang. Di pentas dunia, ikan cupang akrab disebut betta fish atau ada yang menyebut the Siamese fighting fish lantaran ikan ini diakui paling banyak berasal dari Thailand dan suka berkelahi. Ikan cupang dikenal sebagai ikan aduan dan pelahap jentik nyamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Makanya, penggemar ikan cupang enggak ada yang sakit demam berdarah. Jentik nyamuknya udah dimakan cupang, he-he-he,” gurau Toni Hidayat (29), Ketua Umum INBS yang sehari-hari berbisnis di bidang teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cupang, disebut Toni, sebagai ikan hemat energi dan antipemadaman listrik. Cupang tidak membutuhkan listrik untuk menggerakkan pompa yang menyedot air dari dan ke filter seperti saat memelihara ikan koi, misalnya. Tidak pula membutuhkan gelembung udara untuk aerator. ”Cukup dicemplungkan ke air, dia akan hidup. Ikannya bandel dan jarang sakit,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggila cupang, Joty Atmadjaja (46), mengatakan, Indonesia adalah penghasil ikan cupang hias terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Namun, untuk cupang alam, Indonesia nomor satu di dunia. ”Cupang alam ini adalah yang masih asli di habitatnya. Indonesia kaya sekali. Saat ini kita memiliki 40-an spesies cupang yang sudah diidentifikasi,” katanya. Joty saat ini mengoleksi 15 spesies cupang alam untuk dibudidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INBS bekerja sama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan RI akan terus mengidentifikasi cupang karena diyakini Indonesia masih mempunyai banyak spesies cupang. ”Terakhir, beberapa jenis cupang hias ditemukan oleh pakar ikan cupang Dr Sudarto, dari Papua,” kata Joty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang istimewa dari Cupang. Pertama adalah warna-warna yang tajam seperti merah, oranye, emas, hitam, biru, kuning, tembaga, yang semuanya mengkilat. Ada juga kombinasi warna seperti kombinasi dalam ikan koi. Soal bentuk, yang istimewa adalah ekornya. Ada berbagai bentuk ekor, antara lain crowntail atau serit (ekornya berjumbai-jumbai dan berduri), half-moon (ekor mengembang membentuk huruf D, membentuk sudut 180 derajat), doubletail (ekor seperti terbelah menjadi dua dan mengembang), dan fantail (ekor melingkar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-3812507146450348860?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/3812507146450348860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=3812507146450348860' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3812507146450348860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3812507146450348860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/bukan-cupang-sembarang-cupang.html' title='Bukan Cupang Sembarang Cupang'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-2711949886866674445</id><published>2010-01-20T14:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T14:03:22.265-08:00</updated><title type='text'>Bukan Masanya Mengadu Cupang</title><content type='html'>APA istimewanya ikan cupang (Betta splendens)? Ukurannya kecil, penyendiri, dan gemar berantem. Nah, justru itu menariknya, di samping warnanya yang tajam dan beragam serta bentuknya yang indah. Penggemarnya sejagat, termasuk mereka yang tergabung dalam Komunitas Indo Betta Splendens (INBS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, penggemar ikan cupang mengakrabi ikan ini sejak masa kanak-kanak. Menyaksikan dua ikan cupang berkelahi rasanya asyik betul. Saat ikan marah, bentuknya menjadi lebih indah. Siripnya terkembang sempurna. Ya, cupang memang dikenal sebagai ikan aduan. Waktu bertarung bisa tiga jam, sampai salah satunya mati dan yang lain lemas. Wah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di habitat aslinya, ikan ini memang soliter. Di satu lubuk, biasanya hanya ada satu pejantan. Makanya kalau bertemu jantan lain, berkelahi,” ujar Toni Hidayat (29), Ketua INBS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ketemu betina? Cupang jantan akan berjoget lantas membuat sarang busa dengan air liurnya. Kalau kawin, cupang betina dijepit si jantan. ”Nah kalau ceweknya terlalu gemuk, ia ditubruk cowoknya agar keluar telur. Telurnya diambil cowoknya dan ditaruh di busa. Indah, deh,” tutur Toni. ”Oya, biasanya cupang kawin pukul 10 pagi,” sambung pria yang rupanya gemar menonton cupang kawin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toni mengenal cupang sejak usia lima tahun. Saat ia sekolah dasar, saban pekan selalu datang penjual ikan ke sekolah sampai dikerubuti anak-anak. Ia pun mulai gemar mengadu cupang. ”Sampai SMA saya masih suka ngadu, tapi pas kuliah saya stop,” tuturnya. Koleksi cupang yang ia miliki kemudian dipelihara dan dikembangbiakkan hingga ratusan ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota komunitas lain, Joty Atmadjaja (46), mempunyai pengalaman sama. ”Dulu kalau saya diajak ke pasar, selalu berhenti di toko ikan. Saya pandangi lama-lama semua ikan hias. Ketika melihat cupang, saya tertarik, karena suka beradu. Saya lalu terbiasa mengadu ikan cupang, asyik rasanya,” tutur wiraswasta yang mengoleksi ribuan ekor cupang hias dan ratusan cupang alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia dewasa, kenangan masa kecil muncul kembali. Kali ini cupang bukan lagi untuk diadu, tetapi untuk dinikmati keindahannya, dipelihara, dikoleksi, dibudidaya, dan bisa juga dijual sampai mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joty bahkan sampai keluar dari perusahaan makanan olahan tempat ia bekerja pada tahun 2006 gara-gara cupang. Padahal, ia bekerja di perusahaan itu sejak 18 tahun lalu hingga posisi terakhir sebagai direktur marketing internasional. ”Demi kecintaan pada cupang. Enggak enak kan sama atasan dan anak buah karena mereka lebih sering melihat cupang di layar komputer saya dibanding urusan kerjaan, he-he-he,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setelah berwiraswasta, Joty lebih bebas mengatur waktu untuk bercengkerama dengan cupang-cupangnya. ”Bisa berjam-jam ngurus cupang. Bersihin akuarium, kasih makan, memandanginya menari, menikmati warna-warna cerahnya. Lupa makan deh,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana lagi sesama penggemar ikan cupang berinteraksi kalau tidak lewat mailing list (milis) di internet. INBS generasi pertama diketuai oleh Abdul Sahal (46), wartawan Republika. Milis dibentuk menyusul kelahiran komunitas ini pada tahun 2001. Hingga kini anggota milis mencapai ratusan orang di seluruh Indonesia. ”Komunitas kami sudah menjadi bagian dari komunitas ikan cupang dunia,” terang Sahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, INBS mendapat sertifikasi dari International Betta Congress (IBC), komunitas tingkat dunia penyelenggara kegiatan-kegiatan internasional yang berhubungan dengan ikan cupang yang dibentuk tahun 1966. ”Kalau ada kontes ikan cupang sedunia, kami selalu ngirim perwakilan, bisa ikannya saja atau ikan dan pemiliknya. Kami masuk chapter Asia Tenggara,” jelas Sahal. Ditambahkan, tempat kontes berpindah-pindah, bisa di Asia, Eropa, atau Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kontes-kontesan, Indonesia selalu percaya diri. Itu lantaran habitat asli ikan ini memang kebanyakan di Asia Tenggara. termasuk Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sumatera. Indonesia paling bangga mengirimkan jenis ikan cupang serit atau crowntail. ”Kami selalu juara kalau kontes ikan serit karena memang jenis ini yang paling bagus ya dari Indonesia,” ujar Toni. Namun, untuk jenis halfmoon dengan ekor mengembang membentuk huruf D, jagonya adalah negara Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi bagian dari IBC bukan untuk gagah-gagahan, namun pembuktian keseriusan menggauli hobi budidaya ikan cupang. ”Kegiatan lain adalah konservasi alam. Ini untuk mengubah anggapan orang bahwa cupang tidak untuk diadu, namun untuk dinikmati dan dibudidaya,” terang anggota lain, Gempur Susetyo Hadi (40), karyawan Bank Mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya seperempat dari anggota INBS yang benar-benar menekuni cupang untuk bisnis. Selebihnya karena hobi, seperti diakui Rahman, karyawan marketing perusahaan alat berat. Arif Rifai (22), pegawai Departemen Perhubungan, paling suka memotreti cupang-cupang yang sedang berenang. ”Untuk melatih keterampilan motret, he-he-he,” sahutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-2711949886866674445?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/2711949886866674445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=2711949886866674445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2711949886866674445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2711949886866674445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/bukan-masanya-mengadu-cupang.html' title='Bukan Masanya Mengadu Cupang'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6968435696599249664</id><published>2010-01-17T15:35:00.001-08:00</published><updated>2010-01-17T15:35:51.191-08:00</updated><title type='text'>Ikan Cupang, Keunggulan yang Terabaikan</title><content type='html'>Ikan cupang hias atau Betta splendens selama ini kerap dipersepsikan sebagai ikan ”murahan” dan banyak ditemukan di rawa, empang, ataupun sawah. Dengan harga jual di pasar minimal Rp 1.000 per ekor, keunggulan ikan—yang juga dikenal dengan sebutan ikan laga ini—sering terabaikan dan hanya dijadikan ikan aduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun satu dekade terakhir ikan cupang hias yang banyak berkembang di kawasan Asia Tenggara kian populer di mancanegara. Ikan hias ini sering ditampilkan dalam ajang-ajang promosi dan pameran ikan hias internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga ikan kecil yang berukuran 3-5 sentimeter itu bisa mencapai jutaan rupiah per ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri menonjol dari ikan yang gerakannya agresif ini adalah warnanya yang menarik dan indah dengan sirip yang lebar dan bisa mekar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis ikan cupang hias yang banyak diminati adalah cupang alam (wild betta), selain ikan cupang hasil budidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas ikan cupang hias kian berkilau seiring dengan semakin beragamnya corak ikan cupang. Ini yang membuat pasar ikan cupang tidak seperti ikan hias lainnya, yang naik turun seiring dengan tren selera peminat ikan hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peminat ikan cupang dari Indonesia juga kian berkembang, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembudidaya ikan cupang hias di Indonesia pun patut berbangga. Produk ikan cupang hias Indonesia tidak kalah dibanding ikan sejenis yang diproduksi oleh Thailand dan China, dua negara yang dikenal sebagai produsen ikan hias dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan cupang hias jenis serit (crown tail) yang asli Indonesia, misalnya, banyak diburu oleh konsumen dari Asia, Amerika Serikat, dan Kanada. Ikan dengan ekor menyerupai sebuah mahkota itu harganya bisa mencapai Rp 1 juta per ekor. ”Ikan cupang serit dari Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan produk serupa dari luar negeri,” ujar Hendy Wijaya, pembudidaya ikan cupang hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang promosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sayang, keunggulan ikan cupang hias hasil budidaya para peternak dalam negeri tersebut kalah promosi. Akibatnya, banyak pehobi ikan cupang hias yang membeli ikan cupang dari Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam ajang Kontes Ikan Hias Mas Koki dan Cupang di Raiser Ikan Hias Cibinong, Jawa Barat, Agustus 2009, tidak banyak peminat dan pehobi yang datang menyaksikan kontes tingkat nasional itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Kontes Ikan Hias Mas Koki dan Cupang di Raiser Ikan Hias Cibinong Raymond H Tanner mengemukakan, sarana promosi dan pemasaran ikan mas koki dan cupang hias produksi Indonesia belum optimal sehingga keunggulan ikan hias hasil budidaya dalam negeri itu belum terangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Masih ada keraguan pasar domestik terhadap kualitas ikan mas koki dan cupang hasil produksi dalam negeri,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hendy, pengembangan ikan cupang hias tidak membutuhkan perawatan khusus. Hanya butuh waktu dan ketekunan dalam proses menjodohkan ikan cupang. Hal ini karena ikan cupang jantan sangat pemilih dalam menentukan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau seekor ikan cupang jantan tidak mau dipasangkan dengan cupang betina, si betina bisa dihajar habis,” ujar Hendy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pascapemijahan diperlukan pengawasan. Sebab, ada kecenderungan ikan cupang betina yang telah menghasilkan telur akan disingkirkan oleh cupang jantan. Cupang jantan cenderung merawat sendiri telur dan anakan. Sebaliknya, cupang betina cenderung memakan telur hasil pemijahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, pemasaran sebagian ikan cupang dilakukan melalui internet. Melalui pemasaran berbasis internet itu, produk ikan cupang dalam negeri bisa laku dijual hingga ke benua lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan cupang yang diekspor umumnya berkualitas tinggi, yaitu berukuran tubuh lebih dari 4,5 sentimeter, dengan harga jual minimal ratusan ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Semakin bagus bentuk tubuh, fisik, dan sirip ikan cupang, harga jualnya makin bagus. Bisnis ini menguntungkan karena tidak ada standar atau patokan harga tertentu. Harga bergantung minat,” ujar Hendy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalah dengan Singapura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi spesies ikan hias di perairan Indonesia tak perlu diragukan. Perairan Indonesia menyimpan tidak kurang dari 4.500 jenis ikan hias air tawar dan ikan hias air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam Indonesia juga cocok untuk pengembangan spesies ikan hias yang berasal dari negara lain, seperti mas koki (Carrasius auratus), koi (Cyprinus carpio), dan discus (Symphysodon discus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski memiliki ribuan jenis ikan hias, tetapi dalam perdagangan ikan hias, Indonesia belum ”masuk hitungan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai ekspor ikan hias Indonesia tahun 2003-2008 cenderung stagnan. Ekspor ikan hias Indonesia tahun 2008 hanya 9,5 juta dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangsa pasar Indonesia dalam perdagangan ikan hias global baru 7,5 persen, jauh di bawah Singapura yang menguasai 22,8 persen pangsa pasar ikan hias dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) 2006 menyebutkan, 90 persen dari kebutuhan ikan hias Singapura disuplai dari Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6968435696599249664?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6968435696599249664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6968435696599249664' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6968435696599249664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6968435696599249664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/ikan-cupang-keunggulan-yang-terabaikan.html' title='Ikan Cupang, Keunggulan yang Terabaikan'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-1111005005363331332</id><published>2010-01-16T00:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T00:01:25.747-08:00</updated><title type='text'>Cumi-cumi Raksasa Tertangkap Nelayan Australia</title><content type='html'>Seekor cumi-cumi sepanjang 6 meter tertangkap di Australia. Beratnya juga tak main-main, mencapai 250 kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cumi-cumi raksasa tersebut ditangkap para nelayan yang tengah menjaring ikan di pantai tenggara benua paling selatan tersebut. Nahkoda kapal yang bernama Rangi Pene mengatakan bahwa cumi-cumi tersebut telah tewas saat terjerat jaring pada kedalaman 500 meter.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini cumi-cumi tersebut dikemas dalam kotak penyimpan khusus dan disimpan di ruang pendingin sebuah museum di Portland. Saking besar  dan berat ukurannya, untuk mengangkat bangkainya saja dibutuhkan 10 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul McCoy, seorang pakar biologi kelautan Australia, mengatakan bangkai cumi-cumi raksasa tersebut akan disimpan sebagai koleksi museum. Analisis yang segera dilakukan akan mengungkap lebih jelas jenis cumi-cumi tersebut, usia, dan mungkin penyebab tewasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis cumi-cumi raksasa yang masih hidup saat ini. Taningia danae adalah jenis cumi-cumi raksasa yang hidup di perairan tropis dan subtropis Lautan Pasifik dan dapat tumbuh hingga 2,3 meter dan berat 61,4 kilogram. Spesies sejenis dari famili Architeuthidae bahkan bisa tumbuh sampai 10 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara cumi-cumi raksasa yang memiliki ukuran terbesar adalah dari jenis cumi-cumi kolosal (Mesonychoteuthis hamiltoni) yang diperkirakan dapat tumbuh hingga 20 meter. Cumi-cumi kolosal yang bangkainya diteliti di Selandia Baru beberapa waktu lalu memiliki mata sebesar bola voli dan lensa mata sebesar buah jeruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cumi-cumi raksasa adalah salah satu makhluk laut yang legendaris dan dikenal sebagai monster laut karena ukurannya. Hewan yang lebih sering terlihat nelayan di lautan lepas juga banyak dikenal sebagai mitos sebagai penyerang agresif yang memiliki tentakel beracun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-1111005005363331332?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/1111005005363331332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=1111005005363331332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1111005005363331332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1111005005363331332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/cumi-cumi-raksasa-tertangkap-nelayan.html' title='Cumi-cumi Raksasa Tertangkap Nelayan Australia'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8256175188575474381</id><published>2010-01-13T02:20:00.001-08:00</published><updated>2010-01-13T02:20:42.521-08:00</updated><title type='text'>Cumi-cumi Raksasa di Selandia Baru Akan Diotopsi</title><content type='html'>Para ilmuwan kelautan dari Selandia Baru memulai persiapan untuk mengotopsi seekor cumi-cumi raksasa yang ditangkap tahun lalu. Penelitian terhadap cumi-cumi seberat 500 kilogram dan panjang 7,8 meter itu dilakukan untuk mengungkap rahasia salah satu raksasa laut yang masih sangat misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cumi-cumi tersebut telah dikeluarkan dari kotak es ruang penyimpanannya dan dipindahkan ke dalam tangki berisi larutan garam hari ini. Es juga ditambahkan ke selama tangki agar proses pencairan lambat sehingga bagian tubuh terluar yang masih segar tidak rusak karena keriput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencair seluruhnya, para peneliti akan mempelajari lebih dalam mengenai bentuk anatominya, membedah isi perut dan mulutnya. Sampel jaringan juga akan diambil untuk analisis DNA dan mengidentifikasi jenis kelaminnya. Proses otopsi untuk mengungkap kehidupan cumi-cumi raksasa tersebut rencananya dilakukan mulai Rabu (30/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ternyata diketahui jantan, ini berarti laporan ilmiah pertama mengenai deskripsi jenis jantan dari spesie ini," ujar Steve O'Shea, pakar cumi-cumi dari Universitas Teknologi Auckland yang akan terlibat dalam penelitian. Cumi-cumi kolosal betina pernah diidentifikasi dari spesimen yang ditemukan tahun 2003. Usai otopsi, bangkai cumi-cumi raksasa tersebut akan dipamerkan dalam tangki berisi formalin 900 liter di sebuah museum di Wellington. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, cumi-cumi kolosal banyak diberitakan dari cerita dari mulut ke mulut nelayan. Tak ada seorang pun yang pernah melihatnya lansgung pada habitatanya di perairan dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang nelayan tanpa sengaja menangkap seekor cumi-cumi raksasa itu di lepas pantai Antartika pada Februari 2007 saat mengail ikan gigi Patagonia atau ikan bass Chili. Cumi-cumi tersebut terseret ujung kail dari laut dalam ke permukaan karena memangsa ikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar bahwa hasil tangkapannya sangat bernilai, nelayan tersebut mengambilnya dan menjaga kondisinya di atas kapal. Kemudian, museum nasional Te Papa Tongerawa mengambil alih perawatan setelah dilaporkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesimen tersebut tercatat sebagai spesies Mesonychoteuthis hamiltoni terbesar yang pernah ditangkap. Cumi-cumi kolosal terbesar sebelumnya yang ditemukan tahun 2003 hanya seberat 330 kilogram dan berjenis kelamin betina. Meski demikain, seekor cumi-cumi kolosal diperkirakan dapat tumbuh hingga 13 meter.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8256175188575474381?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8256175188575474381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8256175188575474381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8256175188575474381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8256175188575474381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/cumi-cumi-raksasa-di-selandia-baru-akan.html' title='Cumi-cumi Raksasa di Selandia Baru Akan Diotopsi'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-3717737034588545391</id><published>2010-01-11T14:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T14:45:00.668-08:00</updated><title type='text'>Cumi Raksasa Terjaring di Teluk Meksiko</title><content type='html'>Para peneliti secara kebetulan mendapati seekor cumi-cumi raksasa sepanjang 5,9 meter tertangkap dalam jaring mereka di pesisir Lousiana, Teluk Meksiko. Temuan hewan langka di lokasi tersebut menunjukkan banyak hal yang tidak kita ketahui mengenai cumi-cumi raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cumi-cumi yang baru terjaring itu beratnya mencapai 46,7 kg. Ia tertangkap tanggal 30 Juli dalam jaring trawl pada kedalaman 450 meter di bawah air yang ditarik kapal peneliti. Namun, hewan itu mati karena tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan tekanan pada kedalaman air berbeda saat dibawa ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat jaring pukat itu muncul dari air, saya melihat ada sesuatu yang besar di dalamnya, sangat besar," ujar Anthony Martinez, peneliti mamalia air dari National Oceanic and Atmospheric Administration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti yang sebenarnya sedang meneliti jenis makanan paus sperma itu berniat mengawetkan cumi-cumi yang mereka temukan dan mengirimkannya ke Museum Sejarah Alam Smithsonian untuk diselidiki lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cumi-cumi raksasa jarang sekali ditemukan dalam keadaan utuh. Peneliti biasanya hanya menjumpai sisa-sisa tubuhnya dalam perut hewan pemangsanya seperti paus sperma. Hal tersebut menjadikan temuan kali ini sangat berharga karena peneliti bisa mempelajari hewan itu secara lebih lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cumi-cumi raksasa bisa mencapai panjang 12 meter dan biasanya ditemukan di laut dalam, seperti di perairan Spanyol dan Selandia Baru. Sebelumnya baru tercatat sekali, yakni pada tahun 1954, seekor cumi-cumi raksasa ditemukan mati terapung di Delta Mississippi, masih di sekitar Teluk Meksiko.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-3717737034588545391?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/3717737034588545391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=3717737034588545391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3717737034588545391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3717737034588545391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/cumi-raksasa-terjaring-di-teluk-meksiko.html' title='Cumi Raksasa Terjaring di Teluk Meksiko'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6882937944243512894</id><published>2010-01-10T04:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T04:03:37.634-08:00</updated><title type='text'>Cumi-cumi Alien Punya Tentakel Seperti Kaki</title><content type='html'>Jauh di gelapnya laut pada kedalaman 2,5 kilometer ternyata hidup cumi-cumi yang aneh. Cumi-cumi tersebut pantas disebut alien karena bentuk tubuhnya berbeda dengan cumi-cumi umumnya dan belum pernah ditemukan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cumi-cumi yang diperkirakan dari kelompok Magnapinna karena memiliki sirip besar itu memiliki tentakel panjang dan besar yang lebih mirip lengan. Bahkan bentuknya mirip kaki bersiku karena di bagian tengahnya dapat menekuk. Panjang tubuhnya sekitar 7 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari perilakunya, lengan yang dimiliknya mungkin sangat kuat. Sebab, dalam hitungan detik, lengan cumi-cumi yang besar tersebut bergerak layaknya belalai gajah dan kemudian sebagian menekuk layaknya kaki yang bersiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok cumi-cumi alien itu direkam kapal selam kecil tanpa awak yang membawa kamera bawah air milik perusahaan minyak Shell pada 11 November lalu di Teluk Meksiko sekitar 320 kilometer dari Houston, Texas, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video tersebut menunjukkan perlunya perhatian perusahaan penambang minyak untuk peduli terhadap pengaruh operasi dan pengeboran lepas pantai terhadap kehidupan bawah air yang belum banyak terjamah manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6882937944243512894?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6882937944243512894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6882937944243512894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6882937944243512894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6882937944243512894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/cumi-cumi-alien-punya-tentakel-seperti.html' title='Cumi-cumi Alien Punya Tentakel Seperti Kaki'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-7182445320643243918</id><published>2010-01-06T14:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-06T14:52:59.258-08:00</updated><title type='text'>Mata Cumi-cumi "Monster" Sebesar Bola Voli</title><content type='html'>Sesuai ukuran tubuhnya yang sangat besar, mata cumi-cumi raksasa yang sedang diotopsi bagkainya di Selandia Baru juga demikian. Bahkan, mata cumi-cumi jenis kolosal tersebut mungkin mata hewan terbesar di dunia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, matanya berdiameter 27,5 centimeter atau hampir sebesar bola voli. Lingkaran lensa matanya saja sebesar buah jeruk. Salah satu matanya terlihat masih utuh saat lapisan es yang melindunginya mulai mencair sedikit demi sedikit dalam sebuah tangki penelitian di museum nasional Selandia Baru, Te Papa Tongerawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini satu-satunya sampel mata yang utuh dari seekor cumi-cumi kolosal yang pernah ditemukan. Sungguh spektakuler. Ini adalah mata terbesar yang pernah diketahui di sunia hewan," ujar Kat Bolstad, pakar dari Universitas Teknologi Auckland, salah satu anggota tim ilmuwan yang tengah mempelajari bangkai cumi-cumi "monster" yang ditangkap seorang nelayan tanpa sengaja dari perairan Antartika Kutub Selatan tahun lalu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cumi-cumi tersebut merupakan spesimen terbesar spesies Mesonychoteuthis hamiltoni, jenis cumi-cumi raksasa yang masih sangat misterius karena hidup di laut dalam. Saat ditangkap, ukuran tubuhnya lebih dari delapan meter dan berat setengah ton, namun para ilmuwan memperkirakan jenis cumi-cumi ini dapat tumbuh lebih besar hingga 13 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit informasi mengenai kehidupan cumi-cumi tersebut. Selama ini, cumi-cumi raksasa dikenal sebagai makhluk agresif dan mampu bertahan hidup di kedalaman hingga 2000 meter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil otopsi yang dilakukan secara intensif sejak Rabu (30/4) menunjukkan bahwa cumi-cumi tersebut berjenis kelamin betina. Dalam kantung ovariumnya juga ditemukan beberapa ribu telur. Hasil otopsi akan menguak anatomi dan rahasia kehidupan cumi-cumi "monster" tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-7182445320643243918?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/7182445320643243918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=7182445320643243918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7182445320643243918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7182445320643243918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/mata-cumi-cumi-monster-sebesar-bola.html' title='Mata Cumi-cumi &quot;Monster&quot; Sebesar Bola Voli'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-1579334086060402514</id><published>2010-01-04T17:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T17:58:48.237-08:00</updated><title type='text'>Monster Fish, Golongan Ikan Preman</title><content type='html'>Apa yang terbayang di benak Anda saat mendengar kata monster fish? Menyeramkan kah? Ya, monster fish memang menyeramkan bagi ikan-ikan kecil yang menjadi makanan ikan-ikan monster ini. Sebagian besar ikan yang tergolong monster fish adalah ikan air tawar predator atau pemburu ikan lainnya. Selain itu, ukuran tubuh monster fish tergolong besar seperti ikan Arapaima gigas yang bisa mencapai 11 meter. Istimewanya, ikan golongan monster fish ini termasuk langka di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang disampaikan Hanung, seorang penggemar ikan golongan monster fish di pameran ikan hias, reptil, dan tanaman Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009 yang digelar di WTC Mangga Dua Jakarta, Sabtu (12/12/2009). "Ya itu pasti jadi pertanyaan orang. Karena sebagian besar predator. Bentuknya bisa besar, terbesar 11 meter, Arapaima, langka banget. Bisa juga karena di pasaran masih belum umum. Di Amerika, Arowana kan belum umum, jadi digolongkan monster fish juga, kalau di Indonesia kan sudah terpisah," ujar Hanung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Arapairma ada beberapa ikan yang juga tergolong monster fish seperti Tiger Fish dari Kalimantan, Piranha, Pari Motoro, Lung Fish, Tetraodon Fahaka, Tetraodon mbu, Pacman Catfish, dan Hoplias malabaricus yang memakan Piranha. Sebagian besar ikan monster fish yang dipamerkan Hanung didatangkan dari Amazon dan Afrika. "Ada sih yang ternak, tapi sedikit sekali, seperti piranha," ujar Hanung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, jenis ikan ini belum popular, padahal monster fish tergolong mudah di pelihara dan bentuknya unik. "Perawatannya gak ribet. Karena ikan predator kan kayak preman, masak ikan preman cengeng," ujar Kamil yang juga hobiis monster fish dalam kesempatan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu diperhatikan saat memelihara monster fish adalah menjaga suhu dan kadar keasaman air karena sebagian besar monster fish berasal dari luar Indonesia. Untuk suhu air, idealnya 28 derajat Celcius dengan kadar keasaman 6-7. Untuk makanannya, monster fish cukup diberi makan ikan kecil, udang, kepiting, atau sejenis daging lainnya. "Selama itu masih danging, gak masalah," kata Hanung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monster fish adalah salah satu jenis ikan yang dipamerkan dalam Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009 yang digelar 5-13 Desember di WTC Mangga Dua Jakarta. Selain memamerkan beberapa jenis ikan, pameran ini juga memungkinkan pengunjung melihat-lihat reptil dan tanaman hias.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-1579334086060402514?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/1579334086060402514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=1579334086060402514' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1579334086060402514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1579334086060402514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/monster-fish-golongan-ikan-preman.html' title='Monster Fish, Golongan Ikan Preman'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-1327214450755793884</id><published>2010-01-02T15:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T15:10:37.563-08:00</updated><title type='text'>HIU TUTUL SEPANJANG 5,5 METER</title><content type='html'>Surabaya - Untuk kedelapan kalinya, hiu tutul kembali terjaring jaring nelayan Nambangan Kenjeran. Ikan hiu dengan panjang sekitar 5,5 meter, dan lebar 1,5 meter ini pun menjadi tontotan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan yang saat ini masih hidup itu tertangkap jaring milik Abdul Hamid (52) ketika mencari ikan di Selat Madura. Tertangkapnya ikan tersebut awalnya tidak disadari oleh bapak tiga anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak menyangka kalau jaring ikan saya menangkap ikan hiu tutul. Awalnya saya tidak tahu, tahunya ketika saya akan menarik jaring dan terasa berat," katanya kepada detiksurabaya.com di Nambangan, Kenjeran Surabaya, Minggu (29/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pria yang sudah menjadi nelayan sejak 15 tahun lalu ini meminta tolong kepada kapal nelayan lainnya untuk menariknya ke pinggir. "Tadi ada 9 kapal untuk menarik ke pinggir. Ditemukan pukul 12.00 WIB serta butuh waktu 2 jam," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan detiksurabaya.com, ikan dengan panjang 5,5 meter ini akan dibiarkan di pinggir pantai untuk dipertontonkan. Bahkan dijadikan ajang untuk mencari sumbangan pembangunan masjid didaerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan Ikan Sepanjang Aliran Sungai Mati&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ilustrasi&lt;br /&gt;Kamis, 3 Desember 2009 | 18:35 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANTUL, KOMPAS.com - Ribuan ikan ukuran besar dan kecil di sepanjang aliran sungai Dusun Ngepet, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis diketahui mati yang diduga akibat ulah pencari ikan menggunakan racun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan laporan dari Kelompok Pengawas Masyarakat, dugaan sementara ikan yang mati itu memang akibat racun semacam apotas yang sengaja disebar di aliran sungai untuk memperoleh ikan dengan cara mudah," kata Kepala Bidang Perikan Budidaya, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Bantul Bambang Pin Erwanta, Kamis (3/12). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, berdasarkan ciri fisik yang ada pada ikan yang ditemukan mati seperti pucat dan ingsang berwarna coklat maka kuat dugaan akibat terkena racun apotas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami perkirakan pelaku menebar apotas pada Rabu kemarin dan ikan baru diketahui mati hari ini setelah terdapat banyak ikan yang mengambang di permukaan sungai," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya saat ini belum akan memikirkan memberikan ganti rugi karena ikan yang mati bukanlah milik kelompok petani ikan atau warga setempat namun ikan yang hidup sepanjang aliran sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya untuk mencari ikan ada aturan yang melarang ikan diberi racun apotas namun hanya dijaring atau dipancing karena ikan yang diracun juga sangat berisiko jika dikonsumsi manusia," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Kelompok Petani Ikan Air Payau Mugari mengatakan ribuan ikan yang mati terdiri berbagai jenis seperti nila, keting, tawes dan bawal air tawar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami khawatir jika air dari sungai yang tercemar racun tersebut juga masuk ke area laguna karena dapat mengancam ikan yang dibudayakan masyarakat," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek Sanden AKP Darmanto menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dugaan ribuan ikan mati akibat racun apotas yang sengaja disebar di aliran sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami langsung mengadakan penyelidikan atas kasus tersebut namun untuk racun yang digunakan kami belum dapat menentukan jenisnya," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-1327214450755793884?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/1327214450755793884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=1327214450755793884' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1327214450755793884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1327214450755793884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/hiu-tutul-sepanjang-55-meter.html' title='HIU TUTUL SEPANJANG 5,5 METER'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-5517849872879923340</id><published>2010-01-01T02:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T02:16:28.181-08:00</updated><title type='text'>Warga Jepang Antusias Lihat Ikan Purba</title><content type='html'>Ikan purba, Coelacanth, dikenal masyarakat sebagai Raja Laut asal Manado (Latimeria Menadoensis) yang berusia 35 juta tahun disambut antusias warga Jepang ketika ikan itu dipamerkan di Aquamarine Fukushima, Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang di Manado, Kamis (17/4) menyatakan kebanggaannya, karena Coelacanth yang hidup di Teluk Manado itu menarik minat masyarakat negeri Sakura. “Selain Bunaken dan Tarcius, kita kini punya Coelacanth yang menjadi ikon pariwisata Sulut,” kata Sarundajang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-5517849872879923340?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/5517849872879923340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=5517849872879923340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/5517849872879923340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/5517849872879923340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2010/01/warga-jepang-antusias-lihat-ikan-purba.html' title='Warga Jepang Antusias Lihat Ikan Purba'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6394951494999102652</id><published>2009-12-30T02:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T02:09:54.976-08:00</updated><title type='text'>Raja Ikan Indonesia Nampang di Jepang</title><content type='html'>Ikan purba Indonesia yang berusia 35 juta tahun dan dikenal dengan nama sebutan "Raja Laut" atau Coelacanth, dipamerkan kepada publik Jepang di Aquamarine Fukushima, selama dua hari sejak Sabtu (12/4) lalu.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Menurut Direktur Eksekutif Aquamarina Fukushima, Yoshotaka Abe, pihaknya meminjam ikan yang berasal dari perairan di Teluk Manado, Sulawesi Utara, untuk melengkapi sementara koleksi yang ada dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat Jepang mengenai  kekayaan alam dan ikan di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata Abe, pameran mengenai ikan Raja Laut itu juga bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan Indonesia     Jepang, sehingga melalui pameran keilmuan dan rekreasi ini bisa diperkenalkan mengenai Indonesia dan kekayaan alamnya yang luar biasa. "Ini tentu saja amat menarik masyarakat Jepang yang juga merupakan negara kelautan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang datang ke kompleks bernama resmi Fukushima Ocean Scientific Museum itu, terlihat  antusias menyaksikan ikan purba yang berusia 35 juta tahun tersebut.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Meskipun tidak lagi dalam keadaan hidup, ikan dengan nama "Latimeria Menadoensis" itu tetap banyak menarik minat orang sehingga berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan jasad ikan purba yang amat langka tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof Dr Kawilatang Masengi, Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado, upaya mendatangkan ikan Coelacanth merupakan kerja sama yang kesekian kalinya dengan pihak Jepang, khususnya Aquamarine Fukushima, yang juga memiliki banyak perhatian terhadap konservasi hewan langka dan juga menjadi pusat penelitian masalah kelautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerja sama lainnya yang sudah dilakukan selama ini adalah untuk riset dan saat ini semakin dirasakan penting. Apalagi dengan terjadinya pemasanan global seperti sekarang ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan bahwa Indonesia dan Jepang juga perlu bersama-sama meningkatkan kegiatan riset sehingga bisa memperkaya kegiatan konservasi kelautan kedua negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aquarium Fukushima yang berlokasi di pusat kota Fukushima (sekitar 250 km utara Tokyo) itu juga ikut melestarikan species ikan langka dan tumbuhan  langka lainnya. Selain sebagai museum dan tempat rekreasi, Aquamarine juga menjadi pusat riset kelautan di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Coelacanth berhabitat di lautan dalam, 700 meter di bawah laut, namun kadang-kadang bisa berada di kedalaman laut 200 meter. Ikan yang biasa hidup sekitar 360 juta tahun lalu itu rata-rata memiliki panjang 1-2 meter dan berwarna biru. Ia ditemukan juga di sejumlah perairan dunia seperti di Komoro, Madagskar, Tanzania dan Afrika Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja laut versi Indonesia ini juga tergolong sebagai species yang unik karena warna kulitnya bukanlah kebiruan, seperti umumnya ikan Coelacanth, melainkan berwarna coklat.(Ant)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6394951494999102652?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6394951494999102652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6394951494999102652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6394951494999102652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6394951494999102652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/raja-ikan-indonesia-nampang-di-jepang.html' title='Raja Ikan Indonesia Nampang di Jepang'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-4416349629013097639</id><published>2009-12-26T01:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T01:52:26.420-08:00</updated><title type='text'>Ikan Purba Diburu Nelayan</title><content type='html'>Ikan purba coelacanth (Latimeria manadoensis) yang hidup di sekitar perairan Sulawesi disinyalir diburu para nelayan untuk diperdagangkan. Ikan yang dilindungi tersebut, sebagian ada yang diserahkan ke Pemerintah Sulawesi Utara dengan meminta imbalan uang jutaan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Perikanan Sulawesi Utara Xandramaya Lalu di Manado, Rabu (3/12), mengatakan, beberapa nelayan yang menyerahkan ikan purba hasil tangkapan mereka meminta imbalan sampai Rp 10 juta per ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat ikan purba, Anthony Malinsang, mengatakan, ikan purba hidup pada kedalaman laut 150 meter hingga 1.000 meter. Berdasarkan data penelitian dengan menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV), dalam 3 tahun terakhir, terekam sebanyak tujuh ekor ikan coelacanth di perairan Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan purba itu menjadi maskot pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado. Coelacanth yang ditemukan rata-rata berbobot sekitar 10 kilogram, tebal 20 sentimeter, panjang 98 cm, dan lebar bagian belakang 21 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coelacanth diperkirakan muncul di bumi pertama kali sekitar 360 juta tahun pada zaman Paleozoikum, atau tepatnya 100 juta tahun sebelum lahirnya dinosaurus di masa Jurassic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coelacanth pertama kali ditemukan di perairan East London, Afrika Selatan, pada tahun 1938. Berdasarkan penemuan ini, coelacanth kemudian disebut sebagai fosil hidup dan diberi nama ilmiah Latimeria chalumnae serta dinyatakan sebagai penemuan zoologi terbesar di abad ke-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coelacanth juga ternyata ditemukan di sekitar perairan Sulawesi. ”Namun, perlindungan terhadap ikan purba ini sangat lemah. Mestinya ada peraturan daerah yang melarang penangkapan dan perdagangan ikan langka ini,” kata Anthony Malinsang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-4416349629013097639?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/4416349629013097639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=4416349629013097639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/4416349629013097639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/4416349629013097639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/ikan-purba-diburu-nelayan.html' title='Ikan Purba Diburu Nelayan'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-5831451546624509620</id><published>2009-12-22T14:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T14:39:20.079-08:00</updated><title type='text'>Populasi Coelacanth Harus Dilindungi</title><content type='html'>Sejak ditemukan sepuluh tahun yang lalu di perairan Manado Tua, Sulawesi, Ikan Raja Laut atau yang lazim disebut Coelacanth, membuat nama Indonesia menjadi buah bibir di kalangan peneliti ikan di seluruh dunia, khususnya ikan purba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Peneliti Bidang Oceanografi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Augy Syahailatua PhD, ikan ini baru ditemukan di negara-negara Afrika Timur seperti Kenya, Madagaskar, Tanzania, Kongo, dan Mozambik, serta di Indonesia. Oleh karena itu keberadaanya perlu dilindungi sebagai satwa langka dari kepunahan maupun tindak pencurian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untunglah sejak tahun 1999 sudah dikeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 yang melarang ikan ini dijadikan sebagai komoditas yang diperjual-belikan secara bebas," ujar Augy, dalam workshop mengenai Coelacanth di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (16/12). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, keberadaan Coelacanth juga dilindungi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (Cites) secara hukum internasional. "Jadi misalkan ada pihak asing yang membeli Coelacanth secara ilegal dari Indonesia, bila ketahuan, maka kami akan usut dan memintanya untuk mengembalikannya ke Indonesia," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coelacanth, sebelumnya dikenal orang hanya sebagai fosil Ikan yang banyak ditemukan di daratan Eropa, Namun sejak Ikan ini ditemukan di perairan Comoros, banyak orang berpendapat bahwa ikan ini masih ada. Di Indonesia awal kabar ikan ini berasal dari laporan Dr. Mark V. Erdmann, peneliti dari Universitas of California Berkeley, Amerika Serikat, yang menjumpai di Pasar Bersehati, Manado, dalam keadaan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setahun kemudian seorang nelayan di Manado secara kebetulan menangkap seekor Coelacanth, yang kemudian dibawa dan diawetkan di Museum Zoologi LIPI di Bogor. Dalam rentang 2008 ini, sudah empat spesimen ditemukan di Perairan Sulawesi, khususnya, Sulawesi bagian utara," lanjutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-5831451546624509620?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/5831451546624509620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=5831451546624509620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/5831451546624509620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/5831451546624509620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/populasi-coelacanth-harus-dilindungi.html' title='Populasi Coelacanth Harus Dilindungi'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-339712821989744393</id><published>2009-12-18T01:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T01:52:46.527-08:00</updated><title type='text'>Sekilas "Si Fosil Hidup" Ikan Coelacanth</title><content type='html'>Hidup di bumi sejak era Devonia sekitar 380 juta tahun silam dan tidak berevolusi. Ini lebih tua dari dinosaurus (200 juta tahun silam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ada dua spesies (Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis). Spesies L. chalumnae ditemukan pertama kali di Kepulauan Komoro, Afrika, tahun 1938. Spesies L. menadoensis ditemukan pertama di Manado, Sulut, tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menduga coelacanth sudah punah sejak 10 juta tahun silam. Coelacanth ditemukan di Benua Atrika, yakni Kenya, Tanzania, Komoro, Mozambik, Madagaskar, dan Afrika Selatan, serta Indonesia (Tolitoli di Sulawesi Tengah, dan Manado serta Bunaken di Sulut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ini hidup pada kedalaman 150-200 meter pada suhu 12-18 derajat celsius di relung-relung goa batuan lava. Merupakan predator yang karnivor dengan memangsa ikan-ikan kecil pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coelacanth ditempatkan sejajar dengan jenis ikan yang bernapas dengan paru-paru (lungfish) dan amfibi primitif pada pohon keluarga ikan-ikan bertulang. Telur coelacanth menetas di dalam perut, tetapi bukan tergolong mamalia laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hal belum diketahui mengenai ikan ini karena teramat langka. Struktur tubuhnya memiliki sirip perut (pectoral), sirip dada (pelvic), anal dan punggung yang menjuntai seperti tangan manusia. Panjangnya bisa mencapai 1,5 meter dengan berat 40 kg.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-339712821989744393?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/339712821989744393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=339712821989744393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/339712821989744393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/339712821989744393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/sekilas-si-fosil-hidup-ikan-coelacanth.html' title='Sekilas &quot;Si Fosil Hidup&quot; Ikan Coelacanth'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-2394051263488058492</id><published>2009-12-17T14:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T14:50:09.216-08:00</updated><title type='text'>Tabir evolusi</title><content type='html'>Ketertarikan dunia terhadap coelacanth di antaranya karena misteri evolusinya. Para ahli yakin coelacanth tidak berevolusi selama ratusan juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu pula yang membuat Aquamarine Fukushima tertarik mengoleksinya, baik hidup maupun mati. Agus mengakui, banyak hal yang belum diketahui mengenai ikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas ikan fosil purba itu melonjak tahun 1998 ketika pasangan peneliti dari AS menjumpai coelacanth di pasar ikan Manado. Informasi itu segera menyebar ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Augy, karakteristik bawah laut Sulawesi Tengah (Tolitoli) hingga Biak sangat cocok dengan coelacanth. Namun, data ilmiah masih minim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-2394051263488058492?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/2394051263488058492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=2394051263488058492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2394051263488058492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2394051263488058492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/tabir-evolusi.html' title='Tabir evolusi'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-3154665393508495401</id><published>2009-12-16T02:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T02:17:40.095-08:00</updated><title type='text'>Penelitian Ikan Purba Coelacanth Dilanjutkan</title><content type='html'>Penelitian ikan fosil purba coelacanth di perairan Manado, Sulawesi Utara, tahun 2009 ini direncanakan dilaksanakan pada bulan Juli. Tim dari Fukushima Aquamarine Jepang, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Universitas Sam Ratulangi, Manado, akan bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami sedang mengurus kedatangan peralatan, termasuk wahana bawah laut tanpa awak,” kata Direktur Sumber Daya Laut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Augy Syahailatua di Jakarta, Senin (8/6). Rencananya, penelitian itu akan difokuskan di kawasan perairan Manado tua, lokasi penemuan coelacanth oleh nelayan dua tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian bersama tersebut merupakan penelitian rutin tahunan. Tahun 2008, dari puluhan jam penyelaman selama dua pekan, tak satu pun ikan purba tertangkap gambar melalui wahana khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007, dari 92 kali pengoperasian wahana bawah laut tanpa awak (remotely operated vehicle) selama 52 jam 55 menit, hanya sekali perjumpaan di perairan Malalayang, Manado, selama 32 menit di kedalaman hampir 200 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Aquamarine Fukushima, Jepang, mengakui, mereka sangat berminat mengetahui seluk-beluk ikan fosil purba, mulai dari karakter habitat hingga perilakunya. Karena itu, mereka rutin mengadakan ekspedisi selam dalam atau seminar mengenai coelacanth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti ikan Pusat Penelitian Biologi LIPI, Agus H Tjakrawidaja, mengatakan, Jepang sangat berminat mengoleksi ikan fosil purba yang hanya hidup di perairan Sulawesi Utara, Indonesia, dan pesisir barat Afrika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pernah ada upaya dari Jepang untuk memiliki spesimen basah ikan purba, yang kini dikoleksi di Puslit Biologi, LIPI. Namun, upaya itu gagal karena ada keberatan dari peneliti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-3154665393508495401?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/3154665393508495401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=3154665393508495401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3154665393508495401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3154665393508495401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/penelitian-ikan-purba-coelacanth.html' title='Penelitian Ikan Purba Coelacanth Dilanjutkan'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-9048167754191243638</id><published>2009-12-15T14:11:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T14:12:51.448-08:00</updated><title type='text'>Si Raja Laut Mulai Diteliti Lebih Dalam</title><content type='html'>Diam-diam, Indonesia memendam kekayaan alam yang melegenda. Selain komodo, kini ditemukan juga ikan purba Coelacanth yang disebut sebagai Raja Laut atau King of The Sea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada tahun 1938 ini telah memupus anggapan para ilmuwan bahwa ikan purba ini telah punah 65 juta tahun lalu. Tahun 1998, Coelacanth kembali ditemukan di Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara yang kemudian diberi nama Latimeria chalumnae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap sosialisasi ikan purba berlidah ini, SeaWorld Indonesia bekerja sama dengan Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) akan melakukan penelitian lebih dalam terhadap spesimen ikan tersebut. Spesimen ketiga yang ditemukan di perairan Pulau Talise, Manado pada tanggal 25 November 2008 inilah yang akan diteliti oleh tim peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, penelitian serupa telah dilakukan oleh para peneliti Jepang. Namun untuk pertama kalinya penelitian ikan ini akan didukung oleh para peneliti dari dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bertekad tim kali ini 100 persen murni para peneliti Indonesia. Ini adalah ajang kita untuk unjuk gigi bahwa kita juga bisa setara dengan peneliti asing," ujar Dr. Sudarto, Ketua Peneliti dalam konferensi pers Preservasi dan Pengamanan Sampel Ilmiah Coelacanth, Selasa (11/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim peneliti tersebut akan melakukan pembedahan terhadap ikan ini untuk meneliti semua karakter yang ada pada ikan tersebut seperti morfologi, genetika, reproduksi, nutrisi, DNA, dan lain-lain. Setelah dibedah, ikan ini akan dijahit kembali kemudian diawetkan dalam formalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisik ikan yang mempunyai panjang 111,1 cm dan berat 21 kg ini akan dipamerkan di SeaWorld, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Hasil penelitiannya akan menambah koleksi ilmiah di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita beruntung bisa punya fisiknya. Kalau di luar negeri hanya ada informasi-informasinya saja berupa foto-foto dan film-film," tutur Yongki E. Salim, Presiden Direktur PT. SeaWorld Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, tim peneliti ini akan membuat sesuatu yang besar dan akan membuat sejarah untuk bangsa ini. Semoga hasilnya dapat berguna bagi anak bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-9048167754191243638?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/9048167754191243638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=9048167754191243638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/9048167754191243638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/9048167754191243638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/si-raja-laut-mulai-diteliti-lebih-dalam.html' title='Si Raja Laut Mulai Diteliti Lebih Dalam'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6142527394425112954</id><published>2009-12-14T03:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T03:26:31.043-08:00</updated><title type='text'>Ikan Purba Coelacanth Ditemukan Lagi</title><content type='html'>Peneliti Indonesia dan peneliti dari Fukushima Aquamarine, Jepang, Senin siang tadi menemukan keberadaan ikan purba coelacanth di perairan Talise, Minahasa Utara, pada kedalaman 155 meter. Ikan ditemukan pada hari pertama tim yang bekerjasama beberapa kali itu memulai penelitiannya menggunakan wahana bawah laut tanpa awak (remotely operated vehicle/ROV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada siarannya melalui surat elektronik Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi Prof Alex Masengi mengatakan, perjumpaan itu terjadi pada jam pertama penelitian di hari pertama. "Ikan dalam keadaan hidup dan tetap bebas di habitatnya," tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok peneliti yang sama, 27 Juni 2007 lalu, juga menemukan ikan coelacanth di perairan Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara. Pada kedalaman 190 meter. Secara teori, habitat ikan coelacanth berada pada kedalamanan lebih dari 180 meter dengan suhu maksimal 18 derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan coelacanth hanya hidup di kawasan perairan barat Afrika Selatan dan kawasan timur Indonesia. Ikan coelacanth juga disebut sebagai ikan purba, karena diduga sudah ada sejak era Devonian sekitar 380 juta tahun silam. Dan, hingga kini bentuknya tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sepakat, berbagai keunikan yang ada pada coelacanth yang belum terungkap merupakan kunci tabir evolusi makhluk bawah air. Karenanya, banyak ahli ikan dunia berlomba-lomba meneliti dan mengoleksi ikan tersebut, termasuk Jepang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6142527394425112954?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6142527394425112954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6142527394425112954' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6142527394425112954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6142527394425112954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/ikan-purba-coelacanth-ditemukan-lagi.html' title='Ikan Purba Coelacanth Ditemukan Lagi'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-7338516200170743673</id><published>2009-12-13T14:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-13T14:23:35.915-08:00</updated><title type='text'>Biarkan Ikan Purba Itu Berbiak di Perairan Sulawesi Utara</title><content type='html'>Perairan Sulawesi Utara (Sulut) layak dijadikan konservasi ikan purba Coelacanth, sejalan dengan cukup seringnya ikan jenis itu ditemukan di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Beberapa tahun terakhir di perairan Sulut ditemukan ikan purba Coelacanth, makanya perlu diberi perhatian serius sehingga ikan tersebut tidak punah," kata Heard Runtuwene, peneliti dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Sam Ratulangi, Manado, Kamis (24/9).&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Coelacanth adalah ikan yang berasal dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Sebelumnya, ikan tersebut sempat diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun lalu, sampai sebuah spesimen kemudian ditemukan di Timur Afrika Selatan, di perairan Sungai Chalumna tahun 1938. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Di Indonesia, khususnya di sekitar perairan Manado dan Minahasa Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut. Coelacanth terdiri atas sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan penemuan fosil.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Setelah penemuan pada tahun 2007 lalu oleh nelayan di Manado, pada 2009 kembali ditemukan di perairan Minahasa Utara melalui survei yang dilakukan Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Unsrat, LIPI, dan Fukushima Aquarime.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Ditemukannya ikan purba di perairan Sulut menandakan wilayah kita masih diselimuti beragam ikan unik dan purba," katanya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Temuan di perairan Minahasa Utara pada 16 September 2009 itu berawal dari tersangkutnya ikan purba itu pada jaring seorang nelayan di Pulau Talise. Ikan yang terjaring saat itu memiliki panjang tubuh 114,5 sentimeter, dengan berat 27 kg.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Usulan perairan Sulut layak dijadikan daerah konservasi mendapat dukungan resmi dari DPRD Sulut, dengan meminta pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius. "Perairan Sulut menggambarkan penuh dengan kekayaan sumber daya hayati serta menyimpan sejarah penting bagi dunia kelautan," kata Benny Rhamdani, anggota DPRD Sulut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-7338516200170743673?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/7338516200170743673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=7338516200170743673' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7338516200170743673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7338516200170743673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/biarkan-ikan-purba-itu-berbiak-di.html' title='Biarkan Ikan Purba Itu Berbiak di Perairan Sulawesi Utara'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-587665053468436178</id><published>2009-12-11T14:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T14:23:27.143-08:00</updated><title type='text'>Wow... Seekor Anakan Ikan Purba Terekam Kamera</title><content type='html'>Kehidupan Coelacanth, yang sering disebut ikan purba karena diduga punah sejak zaman prasejarah, kembali terekam kamera di perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara. Rekaman kali ini sangat unik karena yang terlihat adalah sosok anakan ikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok ikan Coelacanth yang terekam itu diperkirakan memiliki panjang 31,5 cm dengan warna sisik biru dan bercak-bercak putih. Anakan ikan purba tersebut tengah berenang dengan lambat di dekat dinding batu di dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video berdurasi 20 menit itu dibuat para peneliti Jepang yang tengah melakukan penelitian bersama para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Sam Ratulangi Manado menggunakan robot bawah air. Rekaman tersebut dibuat pada 6 Oktober 2009 pada kedalaman 161 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh yang kami tahu, ini merupakan video pertama yang merekam anakan Coelacanth, makhluk yang masih misterius," ujar Masamitsu Iwata, seorang peneliti dari Aquamarine Fukushima di Iwaki, Jepang, saat mengumumkannya Selasa (17/11), seperti dilansir AFP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan anakan ini menunjukkan bahwa ikan purba masih berkembang dengan baik di perairan Sulawesi. Namun, para ilmuwan juga berharap temuan ini memberi gambaran baru dan kepedulian semua pihak agar habitat ikan tersebut dijaga dari kerusakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakan ikan purba sebelumnya pernah ditemukan dalam perut ikan purba betina yang tertangkap di daerah tersebut. Diyakini, ikan purba mengandung telurnya sampai siap menetas untuk dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ikan Coelacanth sampai saat ini memang masih menyimpan banyak misteri. Para ilmuwan sebelumnya menganggap ikan ini telah punah sejak jutaan tahun silam dari bukti fosil yang ditemukan. Namun, pada tahun 1938, spesies yang sama ditemukan dalam keadaan hidup di perairan barat Afrika Selatan dan menyusul penemuan lainnya di Manado pada 1999. Oleh karena itu, ikan Coelacanth sering disebut fosil hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-587665053468436178?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/587665053468436178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=587665053468436178' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/587665053468436178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/587665053468436178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/wow-seekor-anakan-ikan-purba-terekam.html' title='Wow... Seekor Anakan Ikan Purba Terekam Kamera'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-3267494439725943052</id><published>2009-12-08T13:57:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T13:59:24.895-08:00</updated><title type='text'>Kunci evolusi</title><content type='html'>Para ahli sepakat, berbagai keunikan coelacanth, yang belum seluruhnya terungkap, merupakan kunci penting mengungkap tabir evolusi makhluk bawah air. Alasan itu pulalah yang membuat pihak Jepang berupaya keras mengetahui seluk-beluk ikan fosil hidup itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Indonesia, Aquamarine Fukushima juga memiliki proyek survei lapangan di Afrika Selatan dan Tanzania. Tujuan survei itu adalah memfilmkan coelacanth di habitat aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek jangka panjang yang fokus pada coelacanth itu disebut proyek ”Greeneye”. Selain survei lapangan, aktivitas proyek diikuti lokakarya dan simposium internasional serta ekshibisi khusus, termasuk mendatangkan awetan coelacanth ke Jepang selama sekitar tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tahun 2008, Jepang masih berupaya memiliki awetan basah coelacanth yang kini disimpan di Museum Biologi LIPI. Namun, masih ada penolakan dari peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari potensi besar coelacanth, yang mewakili kekayaan sumber daya hayati laut Tanah Air, Indonesia menjadikan ikan fosil hidup sebagai maskot Konferensi Kelautan Sedunia dan Pertemuan Segitiga Terumbu Karang (WOC-CTI Summit) pada 11-15 Mei 2009 di Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, setidaknya ada dua awetan basah coelacanth, yakni yang disimpan di Museum Biologi LIPI di Cibinong dan di Manado. Coelacanth menunjukkan bahwa kekayaan laut Indonesia sekaligus keterbatasan pengelolaan dan penelitian kelautan di Tanah Air.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-3267494439725943052?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/3267494439725943052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=3267494439725943052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3267494439725943052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3267494439725943052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/kunci-evolusi.html' title='Kunci evolusi'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6685487100251725473</id><published>2009-12-03T14:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T14:01:32.062-08:00</updated><title type='text'>Fosil hidup ”bertangan”</title><content type='html'>Para ahli menyebut ikan coelacanth sebagai ikan purba. Alasannya, ikan itu diyakini sudah ada di bumi sejak era Devonia sekitar 380 juta tahun silam. Hingga kini, bentuknya tidak berubah alias tidak berevolusi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Coelacanth juga disebut ikan fosil hidup,” kata peneliti ikan Pusat Penelitian Biologi LIPI, Agus H Tjakrawidjaja. Bersama satu peneliti Perancis dan beberapa peneliti Indonesia lainnya, Agus mengidentifikasi ikan coelacanth pertama di Indonesia ditemukan tahun 1998 di Manado, Sulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, ikan tersebut merupakan jenis baru yang kemudian disebut Latimeria menadoensis dan dipublikasikan di jurnal ilmiah Perancis, Comtes Rendus de L’Academie des Sience (24 Mei 1999). Identifikasi taksonomi itu mengejutkan ahli zoologi sedunia karena sejak tahun 1940 dunia hanya mengenal satu spesies coelacanth (Latimeria chalumnae) yang ditemukan di barat Madagaskar (1938), sekitar 10.000 kilometer dari Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah menarik di balik penerbitan spesies baru dari Manado itu. Agus mengisahkan, kelompok peneliti di Indonesia bersaing dengan peneliti dari Amerika Serikat, yang disebut-sebut menghalangi publikasinya di jurnal bergengsi, Nature. ”Toh, akhirnya bisa juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik, sekilas fosil hidup tampak seperti ikan kerapu macan. Loreng-loreng gelap bergigi tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan paling nyata adalah keberadaan sepasang sirip dada, sirip perut, satu sirip anal (bagian belakang bawah), dan satu sirip punggung yang tidak menyatu dengan tubuh, tetapi menjulur seperti tungkai layaknya tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tetap pada posisinya, coelacanth menggerakkan sirip perut dan sirip dadanya seperti dayung. Gerakan maju datang dari sirip anal dan sirip punggung belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dugaan, coelacanth dapat bergerak mundur, tetapi belum ada publikasi mengenai kebenarannya. Yang pasti, seperti dikatakan Agus, rahang atas coelacanth dapat bergerak membuka seperti rahang bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti ikan LIPI lainnya, Haryono, mengaku belum pernah melihat ikan dengan kemampuan membuka rahang bagian atas seperti coelacanth. Dengan kemampuan itu, coelacanth, ikan karnivora, dimungkinkan memangsa ikan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus menambahkan, coelacanth menetaskan telurnya di dalam perut, bukan di luar tubuhnya. ”Namun, ia tetap bukan mamalia air,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia, habitat coelacanth diketahui di pantai Afrika, yakni Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar, dan Afrika Selatan, serta Indonesia. Di Indonesia, sebaran coelacanth mulai dari Buol, Tolitoli, Sulawesi Tengah, hingga Manado, Sulawesi Utara, sekitar 400 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Aquamarine Fukushima di kedalaman laut di kawasan itu (2006-2007) merekam tujuh coelacanth. Seluruhnya di kedalaman lebih dari 120 meter dengan suhu antara 12 C dan 17 C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami menduga, coelacanth juga ada di perairan Biak,” kata Augy. Pertimbangannya, kondisi bawah lautnya memiliki kemiripan dengan Sulut; berpalung dengan goa-goa batuan lava.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6685487100251725473?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6685487100251725473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6685487100251725473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6685487100251725473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6685487100251725473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/12/fosil-hidup-bertangan.html' title='Fosil hidup ”bertangan”'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6177873520113803646</id><published>2009-11-29T00:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T00:42:28.910-08:00</updated><title type='text'>Coelacanth, Ikan "Bertangan"</title><content type='html'>Tak butuh waktu lama untuk sebuah kejutan langka, seperti dialami peneliti oseanografi LIPI, Augy Syahailatua, ketika bersama peneliti lain melihat langsung keberadaan ikan purba coelacanth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejutan itu terjadi pada siang hari tanggal 27 Juni 2007 di Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang terik itu, kapal kayu peneliti baru sekitar 30 menit bergerak dari pantai Kota Manado. Kurang 500 meter dari tepian pantai, wahana bawah laut tanpa awak atau remotely operated vehicle (ROV) menangkap obyek utama penelitian ikan coelacanth. Data ROV mencatat, obyek berada di kedalaman 190,2 meter hingga 195 meter. ”Kami beruntung. Tentu gembira sekaligus terkejut,” kenang Augy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa disebut beruntung dan terkejut? Berdasarkan catatan resmi survei biologi museum ilmu kelautan Aquamarine Fukushima, Jepang, pihak yang getol meneliti coelacanth, itulah satu-satunya perjumpaan pada survei lapangan periode 27 Juni-12 Juli 2007. Dari 92 kali pengoperasian ROV (total waktu penyelaman 54 jam 55 menit), hanya terjadi satu perjumpaan selama 32 menit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara total, ROV yang dibawa tim Aquamarine Fukushima telah merekam delapan kali perjumpaan pada periode tahun 2006-2007. Tahun 2008, tak satu perjumpaan pun terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan keberadaan ikan coelacanth memang tidak mudah. Bahkan, bisa dibilang sulit dan berongkos mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi ilmiah menyebutkan, habitat ikan coelacanth berada pada kedalaman lebih dari 180 meter dengan suhu air laut maksimal 18 derajat celsius. Pada perjumpaan 27 Juni 2007, ROV merekam coelacanth sedang berdiam di mulut goa batuan lava bawah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan sekaligus sorot lampu ROV tidak mengejutkan coelacanth. Puluhan menit berdiam seperti menggantung di mulut goa, coelacanth kemudian berenang perlahan dan menghilang di antara celah-celah goa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6177873520113803646?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6177873520113803646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6177873520113803646' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6177873520113803646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6177873520113803646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/11/coelacanth-ikan-bertangan.html' title='Coelacanth, Ikan &quot;Bertangan&quot;'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-3401655600338154545</id><published>2009-11-10T04:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T04:57:31.120-08:00</updated><title type='text'>KANDIHIN</title><content type='html'>Enam belas tahun yang lalu, tepatnya Juni hingga Agustus 1993 saya sempat datang ke desa ini dalam rangka menunaikan tugas kampus yakni Kuliah Kerja Nyata. Sungguh sangat berkesan, hingga sampai kapanpun rasanya sulit untuk dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Kandihin yang termasuk dalam Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini, konon sebelum tahun 1990-an masih sangat terpencil, belum ada jalan raya yang bisa ditemukan sehingga untuk mencapainya kita harus melakukan jalan kaki samapai puluhan kilometer. Namun, pada saat kami datang jalan raya yang menghubungkan antara Kandangan yaitu ibu kota Kabupaten Hulu Hungai Selatan dengan Loksado ibu kota Kecamatan Loksado sedang dalam proses pengaspalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Kandihin ini terletak diantara dua sungai, yaitu Sungai Amandit dan anak sungai Kandihin (?) sehingga sangat eksotis dan indah. Penduduknya tidak terlalu ramai, namun keakraban diantara mereka terlihat sangat jelas. Begitu juga penerimaan mereka terhadap kami, mereka sanmgat terbuka, ramah dan sangat bersahabat, tak heran kalau sejak hari pertama kamipun langsung akrab dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek Wisata yang digalakkan disini yaitu rafting, obyek wisata alam yang memanfaatkan aliran Sungai Amandit dengan menggunakan rakit bambu dari kota Kecamatan Loksado hingga ke Kota Kandangan. Disepanjang perjalanan, banyak ditemukan perkampungan. Kita bisa mampir di warung-warung sekitar sungai untuk sekedar melepas lelah sekaligus menikmati makanan khas yang ditawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang sangat berkesan bagi saya adalah ikan-ikan yang ada di Sungai Amandit. Hampir setiap hari kami mencari ikan disini, selain menggunakan jaring atau jala sering pula kami menggunakan senapan ikan lengkap dengan kacamata airnya. Tapi yang lebih berkesan lagi yaitu sehari sebelum rombongan kami berpamitan pulang, masyarakat Desa Kandihin secara bergotong royong mencari ikan dengan menggunakan jaring yang panjangnya sama dengan lebar penampang sungai, agak mirip pukat harimau tetapi tidak mempunyai kantong. Cukup banyak ikan yang berhasil ditangkap pada hari itu, ibu-ibupun sudah siap untuk memasaknya secara bergotong royongpula. Malam harinya, kami makan bersama dalam acara perpisahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih masyarakat Kandihin semuanya, insya Allah suatu saat saya bisa kembali lagi kesini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-3401655600338154545?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/3401655600338154545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=3401655600338154545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3401655600338154545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3401655600338154545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/11/kandihin.html' title='KANDIHIN'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-2576630491447265719</id><published>2009-10-21T03:26:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T04:36:52.466-07:00</updated><title type='text'>CONGKAKNYA SEORANG OKNUM ABRI</title><content type='html'>Hari ini sekitar pukul 11.00 siang tadi, benar-benar ada kejadian yang kurang mengenakkan bagi saya dan teman-teman. Bagaimana tidak, ada seorang oknum ABRI yang dengan congkaknya menyebut kami "anjing-anjing penjajah" hanya karena kami tidak memenuhi permintaan sesuai keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tersebut bermula ketika tiga anggota ABRI termasuk seorang oknum tersebut bermaksud minta ikan yang kami pelihara. Mereka ini termasuk bagian dari anggota ABRI yang sedang latihan perang di lokasi Waduk Serba Guna Gadjah Mungkur Wonogiri. Karena sebelumnya mungkin mereka sudah meminta pada pimpinan kami, salah satu teman saya disuruh oleh atasan kami untuk menyiapkan 2 - 3 kg ikan untuk diberikan. Teman saya sudah berinisiatif menyiapkan 3,5 kg ikan yang diminta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu datang tiga orang perwakilan dari anggota ABRI tersebut yang saat itu hanya mengenakan kaos seragam tanpa identitas lengkap seperti nama dan pangkatnya, kecuali hanya menggunakan perahu karet milik ABRI, teman saya bermaksud memberikan ikan yang sudah disiapkannya. Dua anggota sudah menerima dan bilang terima kasih, tapi salah satu oknumnya tidak terima karena merasa tidak cukup banyak. Untuk meluapkan rasa tidak puasnya dia malah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya hanya diam saja, namun karena teman-teman saya diperlakukan sebegitu rendahnya oleh oknum tersebut, saya bermaksud mengingatkan. Pak sebaiknya jangan begitu (kasarnya)... Eh malah dia setengah menantang, kenapa... kamu nggak terima ? tanyanya. Jangan menyesal kalau terjadi apa-apa dengan karamba ini nanti malam. Jelas Pak, bagaimana kalau Bapak yang kami bilang begitu...? jawab saya. Dia malah balik lagi naik ke atas phonton dan tanya asal saya segala, saya jawab apa adanya. Lalu tanya apakah ikannya masih ada ?, saya jawab masih banyak tapi bukan untuk diberikan semuanya. Lalu dia tanya kalian makan ikan ini (sambil menujuk ikan dalam karamba) saya jawab iya, tapi kami kalau mau makan ikan ini harus beli dan tidak cuma meminta walaupun setiap saat ikan ini kami yang memelihara. Ketika saya balik bertanya, nama Bapak siapa dan dibagian apa ? Dia cuma bilang nggak usah sambil ngeloyor pergi dan ikan yang kami berikan tadi dilemparkanya keatas tutup karamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bertanya-tanya dalam hati, bagaimana jadinya kalau si Oknum ini nanti mempunyai jabatan yang lebih tinggi ?, layakkah sebagai "penjaga keamanan negara" mengeluarkan ancaman kepada warga masyarakat kecil seperti kami ? Beginikah mental seorang prajurit ABRI ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang "hanya karyawan" biasa disebuah perusahaan asing (PMA), tapi kami sudah berusaha menjalankan tugas sebaik mungkin sesuai perintah atasan. Kami hidup sederhana dengan gaji yang kami terima, tapi kami lebih nikmat makan dari hasil keringat kami sendiri daripada harus "mengemis-ngemis", apalagi dengan mengacam segala....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-2576630491447265719?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/2576630491447265719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=2576630491447265719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2576630491447265719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2576630491447265719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/10/congkaknya-seorang-oknum-abri.html' title='CONGKAKNYA SEORANG OKNUM ABRI'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8965730160411784288</id><published>2009-10-01T06:23:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T06:39:55.053-07:00</updated><title type='text'>Makin Banyak Pilihan</title><content type='html'>Kalau suatu waktu anda lewat jalan Wonogiri - Pracimantoro, atau anda sekeluarga sengaja ingin berlibur dan menikmati lezat dan gurihnya daging ikan segar, sempatkanlah mampir sejenak ke Desa Sendang Wonogiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini makin banyak pilihan yang tersedia. Bila anda dan keluarga ingin langsung menikmati makan siang dengan lauk ikan bakar ataupun ikan goreng, maka mampirlah ke warung-warung makan di sekitar Bendorejo (Cakaran), Sendang Wonogiri. Disini banyak ditawarkan aneka olahan ikan ikan air tawar seperti ikan nila, patin, wader ataupun tawes. Akan tetapi bila anda lebih mantap dengan oleh-oleh ikan segar, sempatkanlah mampir ke sekitar karamba ataupun di tempat-tempat pendaratan para nelayan di sepanjang jalur Sendang-Wuryantoro. Begitu pula bila anda tidak ingin repot-repot lagi mengolah ikan dan langsung ingin mendapat oleh-oleh berupa ikan goreng, maka di Kedungarenglah tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sebelumnya, oleh-oleh berupa ikan goreng hanya dijual di obyek wisata Waduk Gajah Mungkur saja, sekitar enam bulan terakhir ini para penjual ikan gorang sudah banyak mendirikan warung khusus ikan goreng di pinggir jalan di Kedungareng, Sendang Wonogiri. Anda dapat memilih sendiri mau ikan jenis apa, namun yang terbanyak adalah jenis ikan tawes, nila dan wader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk lebih jelasnya silahkan anda datang dan mencobanya sendiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8965730160411784288?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8965730160411784288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8965730160411784288' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8965730160411784288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8965730160411784288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/10/makin-banyak-pilihan.html' title='Makin Banyak Pilihan'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-1822179621705100750</id><published>2009-09-30T05:57:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T06:26:05.878-07:00</updated><title type='text'>Kemana Ikan-Ikan itu Pergi ?</title><content type='html'>Waktu Libur Lebaran yang lalu, saya sekeluarga menyempatkan mudik ke kampung tempat kelahiran saya. Dua puluh tahunan yang lalu, ketika hampir setiap hari saya mencari ikan di sungai "Aik Bengkenang" di Kecamatan Seginim, Bengkulu Selatan ikan-ikan disitu masih cukup banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan menggunakan peralatan sederhana seperti ; Senapan dari kawat payung yang saya buat sendiri, kacamata khusus untuk menyelam yang bisa dibeli dipasar dan Kambu untuk tempat menyimpan hasil tangkapan. Saya rata-rata mampu menangkap 0,5 - 1 kg ikan sungai seperti Palau (nilem), Nggaring, Sebubugh (malas) serta ikan-ikan lain dalam waktu sekitar dua jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi belum lama ini, ketika peralatan yang hampir sama saya gunakan, hampir setengah jam saya coba menyelam sama sekali saya tidak bisa melihat ikan-ikan itu berkeliaran lagi. Saya hanya melepaskan enam tembakan yang lima diantaranya tepat mengenai sasaran. Sayangnya yang saya tembak itu hanyalah udang-udang sebesar jari kelingking orang dewasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kepulangan saya kali ini masih termasuk cukup beruntung, karena saat itu kondisi air sungai masih cukup dalam dan bersih karena pas musim penghujan.  Beda halnya dengan kepulangan saya sebelumnya, karena pada saat itu pas musim kemarau maka air sungai yang dulunya masih dalam dan deras berubah menjadi anak sungai yang dangkal dan kotor. Belum lagi banyak tumbuhan air semacam kiambang dan eceng gondok yang hanyut sehingga menyebabkan rasa gatal-gatal di kulit bila kita mandi di air sungai tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kali ini saya tidak bisa mencari ikan di sungai lagi, saya cukup senang karena anak-anak saya terlihat sangat bahagia ketika setiap hari mereka bisa mandi dua kali di sungai. Bahkan anak saya yang baru berumur enam tahun sampai-sampai selalu ingin mandi di sungai, dengan berbagai cara ia merayu saya untuk menemaninya pergi ke sungai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-1822179621705100750?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/1822179621705100750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=1822179621705100750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1822179621705100750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/1822179621705100750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/09/kemana-ikan-ikan-itu-pergi.html' title='Kemana Ikan-Ikan itu Pergi ?'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6291278929080408787</id><published>2009-08-03T15:35:00.001-07:00</published><updated>2009-08-03T15:35:42.531-07:00</updated><title type='text'>Mau Cari Ikan Air Tawar...?, Paling Gampang pas Musim Kemarau</title><content type='html'>Warga Tuatunu Kota Pangkalpinang, berbondong-bondong mencari ikan air tawar pada musim kemarau di aliran anak sungai yang mulai mengering.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Setiap musim kemarau, kami selalu menggunakan kesempatan untuk mencari berbagai jenis ikan di alur sungai yang mulai mongering ini," ujar Bujang saat menangkap ikan, di aliran anak sungai Tuatunu.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ia mengatakan, akibat terjadinya musim kemarau air sungai menjadi susut sehingga anak-anak sungai  banyak yang kering. "Kesempatan mencari berbagai jenis ikan seperti baung, lele, mujair, patin, ikan tanah dan berbagai jenis ikan lainnya  dengan mudah ditangkap pada musim kemarau panjang," ujarnya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ia menjelaskan, untuk mendapatkan ikan dengan mudah, kami harus mengaduk-gaduk air sungai itu hingga keruh terlebih dahulu sehingga  pada akhirnya ikan-ikan akan keluar sendiri akibat air keruh itu.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;"Saya baru mendapatkan ikan sekitar tiga kilogram dari berbagai jenis ikan dan hasil ikan yang saya dapatkan ini hanya sebagian yang untuk dimakan sendiri dan setengahnya bisa dijual," ujarnya.   &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Menurut dia, mencari ikan pada musim kemarau merupakan suatu tradisi masyarakat Tuatunu yang memiliki sikap bergotong royong. "Ya, menangkap ikan bersama-sama merupakan suatu sikap kerja sama, gimana agar ikan-ikan itu mabuk akibat air yang dikeruhkan itu dengan hasil yang banyak," ujarnya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Demikian juga, Adi, warga Tuatunu lainnya, mengaku, mencari ikan di sungai-sungai pada musim kemarau merupakan suatu agenda tahunan yang tidak pernah terlewatkan karena suasana dan keakraban antar masyarakat lebih harmonis. "Suasana saat menangkap ikan penuh dengan suka cita dan bisa menjalin kerjasama dan keakraban lebih dalam lagi," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6291278929080408787?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6291278929080408787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6291278929080408787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6291278929080408787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6291278929080408787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/08/mau-cari-ikan-air-tawar-paling-gampang.html' title='Mau Cari Ikan Air Tawar...?, Paling Gampang pas Musim Kemarau'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-9023914213619205867</id><published>2009-06-08T15:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T15:52:50.099-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Ikan secara Intensif</title><content type='html'>Kalau ada pertanyaan, berapa lama budidaya ikan lele hingga bisa mencapai ukuran konsumsi ?. Sebagian besar orang baik petani, teknisi ataupun mahasiswa yang sudah pernah membaca teknik budidaya lele akan menjawab sekitar tiga bulan. Tidak salah, karena begitulah yang sudah banyak diterapkan selama ini dan itu sudah berlangsung lama dan terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya lagi, bisakah waktu pemeliharaan dipercepat hingga 50% dari yang sudah biasa  dilakukan tersebut atau hanya dengan satu setengah bulan saja ?. Saya yakin akan banyak yang masih ragu untuk menjawab iya !. Padahal sangat bisa dan ini sudah dibuktikan oleh salah satu perusahaan perikanan di desa Wunut, Tulung, Klaten, Jawa Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memberi pakan secara intensif yaitu selalu memberi pakan ketika ikan mau makan, dalam satu setengah bulan saja ikan lele sudah mencapai ukuran ikan konsumsi. Gunakan pakan terapung agar kita bisa memantau kebutuhan pakan, pakan yang sudah tidak dimakan dan mengapung hingga lebih dari 15 menit dipermukaan air menunjukkan bahwa ikan sudah kenyang. Hentikan pemberian pakan hingga pakan tersebut benar-benar bersih dimakan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang pasti berfikir bahwa pemberian pakan seperti ini butuh banyak sekali pakan, padahal tidak. Jumlah pakan yang diberikan per harinya memang lebih banyak akan tetapi jumlah pakan per satu siklus pemeliharaan relatif sama dengan teknik budidaya secara konvensional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa keuntungan yang bisa kita capai dengan teknik budidaya secara intensif ini ?. Jawabannya banyak sekali, diantaranya ;&lt;br /&gt;1. Dalam waktu yang sama akan memperoleh keuntungan dua kali lipat, maisalnya dalam waktu tiga bulan; budidaya secara konvensional hanya satu kali panen sedangkan dengan budidaya secara intensif bisa dua kali panen.&lt;br /&gt;2. Biaya produksi lebih rendah, terutama dalam hal upah tenaga kerja dan sewa lahan.&lt;br /&gt;3. Permintaan pasar akan segera bisa terpenuhi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-9023914213619205867?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/9023914213619205867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=9023914213619205867' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/9023914213619205867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/9023914213619205867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/06/budidaya-ikan-secara-intensif.html' title='Budidaya Ikan secara Intensif'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8221834843642330236</id><published>2009-05-26T03:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T03:08:58.148-07:00</updated><title type='text'>TEKNIK PEMBERIAN PAKAN</title><content type='html'>Bagaimana teknik pemberian Pakan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan merupakan sumber energi yang diperlukan untuk kelangsungan hidup bagi ikan yang dibudidayakan, pakan juga dibutuhkan untuk menghadapi tekanan lingkungan yang kurang ideal, bertahan hidup, pertumbuhan serta untuk reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budidaya secara intensif, pakan menjadi salah satu kunci untuk mencapai suatu keberhasilan. Lebih dari 60% biaya produksi tersedot untuk pembelian pakan, sehingga pengelolaan pakan haruslah dilakukan dengan tepat dan cermat. Mulai dari pemilihan jenis, ukuran dan merek pakan, cara pemberian, frekuensi serta jumlah pakan yang diberikan juga harus dilakukan dengan hati-hati. Kesalahan dalam pengelolaan pakan akan menyebabkan kegagalan dalam usaha budidaya secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai merek pakan sudah ditawarkan pabrikan pakan, tetapi secara umum jenisnya hanya ada dua macam yaitu pakan tenggelam dan pakan terapung. Pakan tenggelam harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan yang terapung, akan tetapi dibutuhkan kesabaran dan waktu yang lebih lama untuk memberikannya ke ikan. Pakan terapung diyakini mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan pakan tenggelam, diantaranya saat diberikan pada ikan, pakan dapat dilihat dengan jelas sehingga kita bisa tahu persis apakah pakan yang kita berikan benar-benar dimakan ikan atau tidak, jumlahnya sudah cukup, masih kurang atau malah sudah berlebihan ?. Belum lagi cara pemberiannya relatif lebih praktis dan tidak membutuhkan waktu yang lama asalkan happa yang kita pasang dalam jaring berfungsi dengan sempurna sehingga pakan tidak ada yang keluar dari jaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ukuran diameter pakan, pabrikan sudah membuat sesuai kebutuhan konsumen mulai yang paling halus untuk keperluan benih yang baru menetas hingga yang relatif besar untuk pakan indukan. Namun karena bibit yang digunakan dalam karamba jaring apung ini sudah relatif besar yaitu minimal 10 gram/ekor maka pakan yang digunakan bisa langsung dimulai dengan yang diameter 3 mm. Pakan ukuran 3 mm ini bisa digunakan hingga ikan mencapai ukuran 150 gram/ekor. Setelah bobot ikan mencapai lebih dari 150 gram/ekor, sebaiknya ukuran pakan kita ganti dengan ukuran diameter 5 mm dan pakan ini bisa kita pakai hingga ikan siap panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar pakan yang diberikan tidak keluar dari jaring karamba, maka pada semua sisi bagian dalam jaring sedalam satu meter hingga setengah meter diatas permukaan air dipasang “damper” yang dibuat dari waring hitam (happa). Usahakan pemasangan happa ini cenderung agak membulat agar pakan tidak mengumpul di setiap pojokan karamba. Tambatkan happa tersebut pada bagian atas dan bawah jaring sehingga happa persis menempel pada jaring .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui reaksi ikan terhadap pakan yang diberikan, sebaiknya pemberian pertama kali cukup dalam jumlah yang sedikit saja. Perlu diingat bahwa reaksi ikan terhadap pakan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Antara hari ini dan keesokan harinya reaksi ikan bisa sangat berbeda. Apabila reaksi ikan baik maka pemberian pakan bisa dilanjutkan, akan tetapi bila ikan kurang tanggap terhadap pakan yang diberikan maka sebaiknya tunda pemberian pakan hingga beberapa saat sambil kita lihat perkembangan reaksi ikan. Ikan yang mau makan ditandai dengan pergerakan memutar ataupun banyak yang muncul ke permukaan air. Bila kita mendekat, ikan cenderung mengejar ke arah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan jumlah dan ukuran ikan, secara gampangnya berikanlah pakan setiap kali ikan kelihatan sudah lapar dan hentikanlah pemberian pakan segera sebelum ikan kekenyangan. Ikan yang kenyang reaksinya akan lamban dan bila pakan yang diberikan sudah berlebihan maka pakan tersebut akan mengambang di permukaan air dan kemudian akan mengembang. Pakan yang sudah mengambang lebih dari 15 menit diyakini sudah turun kualitas atau kandungan gizinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi pemberian pakan juga sangat dipengaruhi oleh ukuran ikan dan kondisi lingkungan, namun secara umum ikan yang kecil frekuensinya lebih sering dibandingkan dengan ikan yang lebih besar. Demikian pula dengan lingkungan, kondisi lingkungan yang mendukung butuh frekuensi pemberian pakan yang lebih sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kasat mata, pengaruh manajemen pakan yang baik akan tampak pada ikan. Pengelolaan pakan yang baik akan menghasilkan ikan yang sehat, cepat besar,kematian yang rendah, waktu pemeliharaan yang lebih singkat dan konversinya (FCR) rendah. Kesemuanya ini tentulah akan menguntungkan petani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8221834843642330236?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8221834843642330236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8221834843642330236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8221834843642330236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8221834843642330236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/05/teknik-pemberian-pakan.html' title='TEKNIK PEMBERIAN PAKAN'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8368052606421301334</id><published>2009-05-25T03:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T03:26:28.753-07:00</updated><title type='text'>IKAN KARPER (Cyprinus carpio)</title><content type='html'>Di Indonesia, ikan karper memiliki beberapa nama sebutan yakni ikan mas, kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya. Berdasarkan klasifikasi ilmiahnya, ikan ini termasuk Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Actinopterygii, Ordo: Cypriniformes, Familia: Cyprinidae, Genus: Cyprinus dan Spesies: carpio. Sehingga Ikan karper ini dalam Bahasa Latin dikenal dengan nama  Cyprinus carpio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sistematika dan Morfologi&lt;br /&gt;Ahli perikanan Dr. A.L Buschkiel dalam RO. Ardiwinata (1981) menggolongkan jenis ikan karper menjadi dua golongan. Golongan  pertama yaitu jenis ikan karper yang bersisik normal dan golongan kedua yakni jenis kumpai yang memiliki ukuran sisrip memanjang. Golongan pertama yakni yang bersisik normal dikelompokkan lagi menjadi dua kelompok yakni; kelompok pertama ikan karper yang bersisik biasa dan kelompok kedua yaitu ikan karper yang  bersisik kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Djoko Suseno (2000) mengelompokkan ikan ini  berdasarkan fungsinya menjadi dua kelompok. Kelompok pertama merupakan ras-ras ikan konsumsi dan kelompok kedua adalah ras-ras ikan hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan karper sebagai ikan konsumsi dibagi menjadi dua kelompok yakni ras ikan karper bersisik penuh dan ras ikan karper bersisik sedikit. Kelompok ras ikan karper yang bersisik penuh adalah ras-ras ikan karper yang memiliki sisik normal, tersusun teratur dan menyelimuti seluruh tubuh. Ras ikan karper yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah ikan karper majalaya, ikan karper punten, ikan karper si nyonya dan ikan karper merah atau mas. Sedangkan yang tergolong dalam ras karper bersisik sedikit adalah ikan karper kaca yang oleh petani di Tabanan biasa disebut dengan nama karper gajah. Untuk kelompok ras ikan karper hias, beberapa di antaranya adalah karper kumpay, kaca, mas merah dan koi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara morfologis, ikan karper mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek. Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan karper ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik ikan karper berukuran relatif besar dan digolongkan dalam tipe sisik sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sejarah Perkembangannya di Indonesia&lt;br /&gt;Menurut Djoko Suseno (2000), ikan karper yang pertama kali masuk ke Indonesia berasal dari daratan Eropa dan Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi ikan budi daya yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata, (1981) ikan karper yang berkembang di Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok Selatan. Disebutkan, budi daya ikan karper diketahui sudah berkembang di daerah Galuh (Ciamis) Jawa Barat pada pertengahan abad ke-19. Masyarakat setempat sudah menggunakan kakaban - subtrat untuk pelekatan telur ikan karper yang terbuat dari ijuk - pada tahun 1860, sehingga budi daya ikan karper di kolam di Galuh disimpulkan sudah berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djoko Suseno (2000), ada dua jenis ikan karper yakni jenis gajah dan kaca khusus didatangkan dari negeri Belanda. Kedua jenis karper tersebut sangat digemari oleh petani karena rasa dagingnya lebih sedap, padat, durinya sedikit dan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ras-ras lokal yang sudah berkembang di Indonesia sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1974, Indonesia mengimpor kembali ikan karper ras Taiwan, ras Jerman dan ras fancy carp masing-masing dari Taiwan, Jerman dan Jepang. Sekitar tahun 1977 Indonesia mengimpor ikan karper ras yamato dan ras koi dari Jepang. Ras-ras ikan karper yang diimpor tersebut dalam perkembangannya ternyata sulit dijaga kemurniannya karena berbaur dengan ras-ras ikan karper yang sudah ada di Indonesia sebelumnya sehingga terjadi persilangan dan membentuk ras-ras baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syarat dan Kebiasaan Hidup&lt;br /&gt;Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150--600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas terkadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang mempunyai kadar garam 25-30%o.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perkembangbiakan&lt;br /&gt;Sebenarnya pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan mas Bering memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jenis-jenis Ikan Karper&lt;br /&gt;Saat ini, banyak sekali jenis ikan karper yang beredar di kalangan petani, baik jenis yang berkualitas tidak terlalu tinggi hingga jenis unggul. Setiap daerah memiliki jenis ikan mas favorit, misalnya di Jawa Barat, ikan mas yang paling digemari adalah jenis ikan mas majalaya. Di daerah lain,jenis ini belum tentu disukai, begitu juga sebaliknya. Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh selera masyarakat dan kebiasaan para petani yang membudidayakannya secara turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa jenis ikan mas yang telah dikenal masyarakat, varietas majalaya termasuk jenis unggul. Buktinya, varietas ini telah dilepas oleh Menteri Pertanian tahun 1999 dalam rangka HUT ke-25 Badan Litbang Pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan karper merupakan salah satu komoditas yang memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan dengan karamba jaring apung. Keunggulan kompetitif ikan karper  yang dipelihara di karamba jaring apung jika dibandingkan dengan yang dipelihara pada kolam pada umumnya adalah rasa yang lebih gurih dan tidak tercemar bau tanah/lumpur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8368052606421301334?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8368052606421301334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8368052606421301334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8368052606421301334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8368052606421301334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/05/ikan-karper-cyprinus-carpio.html' title='IKAN KARPER (Cyprinus carpio)'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8888545489002109965</id><published>2009-05-24T04:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T04:22:39.163-07:00</updated><title type='text'>JAMBAL SIAM (Pangasius Suchi)</title><content type='html'>Jambal Siam atau di Indonesia dikenal juga dengan nama Lele Bangkok adalah jenis ikan air tawar yang biasa hidup di sungai-sungai, kolam dan rawa-rawa di Tailand. Sebagai ikan yang biasa hidup liar, mulanya ikan ini sulit dibudidayakan. Namun setelah dapat beradaptasi dengan lingkungan kolam buatan, pemijahannya kini sudah bisa berhasil. Dilihat dari kebiasaan makannya, pangasius tergolong dalam jenis Carnivor dan menyukai berbagai jenis pakan alami seperti zooplankton. Akan tetapi dalam budidayanya kini pangasius juga sudah diberi pakan buatan berupa pelet yang kaya protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, saat pertama kali diimpor ke Indonesia bahkan hingga kini jenis ikan Pangasius Sutchi ini dijadikan sebagai ikan hias. Namun di Negara asalnya (Thailand), sebenarnya ikan ini sudah lama dikenal sebagai ikan konsumsi dan sudah membudaya di masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ikan hias, ikan ini cukup banyak digemari para penghoby karena warnanya yang cukup indah serta bentuk tubuhnya yang unik mirip ikan hiu. Tak heran jika ikan ini juga dikenal dengan sebutan Siamese Shark atau Hiu Siam. Namun di Thailand dalam bahasa sehari-hari ikan ini sering disebut dengan “Pla Sawai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini di Indonesia-pun pangasius juga sudah banyak ditemukan di pasar sebagai ikan konsumsi, bahkan di daerah Jawa tengah penggemar ikan ini sudah cukup banyak. Tidaklah terlalu mengherankan karena rasa dagingnya memang cukup gurih dan lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di Thailand, sebenarnya ikan jenis ini sudah lama ada di Indonesia namun spesiesnya berbeda. Ada dua spesies pangasius yang terdapat di Indonesia yaitu Pangasius pangasius dan Pangasius polyurandon. Beda kedua jenis pangasius ini hanya terletak pada bentuk kepala dan sirip punggungnya. Pangasius pangasius kepalanya lebih besar dan bentuknya menyerupai segitiga, sedangkan Pangasius polyurandon kepalanya lebih kecil dan bentuknya agak bulat. Pada bagian sirip punggungnya, Pangasius pangasius terdapat patil yang berupa duri keras, sedangkan pada sirip punggung Pangasius polyurandon tidak terdapat patil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibandingkan dengan Pangasius sutchi, kedua jenis Pangasius asli Indonesia yang banyak terdapat diperairan Sumatra ini relatif lebih sulit dipijahkan. Karena sangat liar dan sulit beradaptasi sehinga sulit matang gonad jika dipelihara di kolam. Akan tetapi akhir-akhir ini sudah ada yang berhasil membudidayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangasius sutchi mempunyai peluang dan potensi yang cukup baik untuk dikembangkan dengan budidaya dalam karamba jaring apung, karena ikan ini mempunyai syarat hidup yang mudah yaitu tahan terhadap kadar Oksigen terlarut dalam air (DO) yang rendah, tidak memerlukan air deras dan cukup tahan terhadap penyakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8888545489002109965?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8888545489002109965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8888545489002109965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8888545489002109965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8888545489002109965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/05/jambal-siam-pangasius-suchi.html' title='JAMBAL SIAM (Pangasius Suchi)'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-3991446108577453908</id><published>2009-05-23T04:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-23T04:08:06.227-07:00</updated><title type='text'>NILA MERAH (Oreochromis sp.)</title><content type='html'>Menurut klasifikasinya, nila merah (Oreochromis sp.) termasuk kedalam Ordo Percomorphi, Famili Cichlidae dan Genus Oreochromis. Ikan ini berkembangbiak dengan cara mengerami telur dan mengasuh anaknya dalam mulut (maternal mouth brooders).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nila merah merupakan salah satu jenis ikan air tawar hasil persilangan antara Oreochromis mossambicus albino yang berwarna merah oranye dengan Oreochromis niloticus atau Oreochromis aureus. Nila merah yang kita kenal biasanya mempunyai warna tubuh kemerah-merahan atau kuning keputih-putihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya, nila merah mempunyai beberapa kelebihan untuk dibudidayakan. Kelebihan tersebut antara lain pertumbuhannya cepat, mudah berkembangbiak, tahan terhadap penyakit, mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan dan mempunyai prospek pemasaran yang cukup baik. Disamping itu ikan ini juga mempunyai warna yang menarik, cenderung untuk memakan semua makanan yang tersedia di sekitarnya dan keturunannya dominan berjenis kelamin jantan. Kelebihan lainnya yaitu warna daging putih, rasa daging enak, gurih dan lezat serta hanya terdapat sedikit tulang, itulah sebabnya ikan ini sudah banyak diekspor ke luar negeri dalam bentuk fillet beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nila merah yang sudah dewasa dapat dibedakan dengan mudah antara yang jantan dengan betina. Nila merah jantan mempunyai bentuk tubuh yang relatif tinggi, lubang genital hanya satu yang berupa tonjolan agak meruncing yang berfungsi sebagai alat pengeluaran urine dan sperma. Sedangkan nila merah betina mempunyai bentuk tubuh yang lebih rendah dan mempunyai dua lubang genital yang berupa tonjolan agak membundar. Kedua lubang genital tersebut masing-masing berfungsi untuk mengeluarkan urine dan telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nila merah jantan mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dan dapat mencapai ukuran yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang betina. Hal ini disebabkan karena nila merah jantan lebih agresif dan rakus bila dibandingkan dengan yang betina, sehingga dalam persaingan untuk mendapatkan makanan yang jantan selalu menang. Selain itu, proses kematangan seksual nila jantan lebih lambat daripada yang betina sehingga energi yang diperoleh sepenuhnya dapat digunakan untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, pembudidayaan nila merah jantan secara tunggal kelamin merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi budidaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-3991446108577453908?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/3991446108577453908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=3991446108577453908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3991446108577453908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3991446108577453908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/05/nila-merah-oreochromis-sp.html' title='NILA MERAH (Oreochromis sp.)'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6722838638733492065</id><published>2009-05-22T14:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T14:59:18.769-07:00</updated><title type='text'>IKAN YANG DIPELIHARA</title><content type='html'>Jenis Ikan apa sajakah yang cocok untuk dibudidayakan dalam Karamba Jaring Apung ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis ikan seperti golongan Oreochromis, golongan cyprinus, golongan Catfish dan jenis ikan lainnya sudah banyak dicoba dibudidayakan dalam karamba jaring apung. Termasuk ke dalam golongan oreochromis yaitu; nila lokal/nila hitam, mujair, nila aurea dan nila merah. Sedangkan dari golongan cyprinus diantaranya; ikan mas/karper/tumbro, tawes, dan grace carp. Golongan Catfish yang sangat populer diantaranya; lele lokal, lele dumbo dan jambal. Selain ketiga golongan tersebut ikan yang sudah dicoba untuk dipelihara dalam karamba jaring apung yaitu ; gurame, bawal air tawar hingga ikan malas. Akan tetapi disini saya akan mengupas 3 jenis ikan yang paling banyak dibudidayakan dalam karamba jaring apung. Ketiga jenis tersebut yaitu : Nila Merah (Oreochromis sp), Ikan Mas (Cyprinus Carpio) dan Jambal Siam(Pangasius Sutchi).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6722838638733492065?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6722838638733492065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6722838638733492065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6722838638733492065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6722838638733492065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/05/ikan-yang-dipelihara.html' title='IKAN YANG DIPELIHARA'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-5233820004970003861</id><published>2009-05-21T02:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T02:34:03.678-07:00</updated><title type='text'>MEMBUAT JARING</title><content type='html'>Bagaimana cara membuat jaring ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan jaring harus disesuaikan dengan bentuk kerangkanya, apabila kita menggunakan kerangka bundar maka kita juga harus membuat jaring yang berbentuk bundar. Demikian pula kalau kerangkanya persegi atau bujur sangkar, jaring yang kita buat juga harus sama yaitu persegi atau bujur sangkar pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan jaring yang sudah setengah jadi tetapi masih berbentuk lembaran hasil pabrikan sudah banyak tersedia di pasaran. Kita tinggal memilih yang sesuai dengan keinginan kita. Jaring yang sering digunakan untuk karamba biasanya terbuat dari bahan Poly Ethelene (PE) dengan berbagai ukuran mata jaring dan jumlah serabut penyususnnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bibit yang baru tebar hingga ikan mencapai ukuran sekitar 200 gram/ekor biasanya digunakan jaring dengan ukuran mata satu inchi, bahannyapun biasanya hanya PE D9 hingga D12 yang berarti benang jaring tersebut tersusun dari 9 hingga 12 serabut. Sedangkan untuk ikan-ikan yang sudah lebih besar dari 200 gram/ekor hingga ikan tersebut siap panen sebaiknya menggunakan jaring dengan ukuran mata dua inchi dari bahan PE D12 hingga D15. Hal ini dilakukan karena ukuran ikan yang dipelihara sudah cukup besar dan biomassa ikan dalam karamba sudah cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk karamba yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sisi-sisinya 6 meter, paling tidak dibutuhkan bahan jaring sepanjang 30 meter. Tetapi akan lebih baik kalau kita gunakan 36 meter jaring. Biasanya bahan jaring yang tersedia dipasaran terdiri dari sekitar 300 mata jaring, untuk jaring dengan ukuran mata satu inchi sebaiknya bahan tersebut langsung digunakan. Lain halnya kalau bahan jaring dengan ukuran mata dua inchi, bahan tersebut sebaiknya dibelah menjadi dua bagian terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat jaring berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sisi-sisinya 6 meter sangatlah mudah, kita potong bahan sepanjang 24 meter sebagai dinding karamba lalu dijahit sehingga menyerupai sarung. Jaring yang sudah berbentuk sarung tersebut kita bagi menjadi 4 bagian lalu diberi tanda untuk dijadikan pojokannya. Potong lagi bahan jaring yang baru sepanjang 6 meter untuk dijadikan lantai jaring. Dari potongan terakhir ini kita akan dapatkan empat sudut, lalu pasangkan keempat sudut tersebut dengan empat pojokan sarung yang sudah kita beri tanda tadi dan gabungkan dengan cara menjahitkan semua sisi dasar jaring tersebut dengan sisi bawah dinding jaring. Kalau cara jahitnya benar maka akan kita dapatkan kelambu terbalik. Pada pinggiran bidang atas kelambu tadi kita beri tali ris. Sebaiknya tali ris ini berbentuk tali nylon yang juga terbuat dari bahan Poly Ethelene (PE) yang diameternya 6 mm, tali ris ini berfungsi untuk menambatkan jaring ke kerangka karamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ukuran jaring ini sama dengan ukuran kerangka karambanya, maka jaring akan tertarik secara maksimal saat dipasangkan. Hal ini menyebabkan bukaan mata jaring tidak dapat sempurna, sehingga sirkulasi air di dalam karamba juga tidak dapat berjalan dengan sempurna.Untuk mengatasi hal ini maka setiap sisi jaring tadi harus ditambah satu meter, dengan demikian bahan pembuat dinding karamba membutuhkan 28 meter bahan jaring. Sedangkan sebagai dasarnya dibutuhkan 8 meter bahan sehingga jaring yang terbentuk bisa lebih sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-5233820004970003861?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/5233820004970003861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=5233820004970003861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/5233820004970003861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/5233820004970003861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/05/membuat-jaring.html' title='MEMBUAT JARING'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8551501647128093989</id><published>2009-05-20T05:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T05:20:16.014-07:00</updated><title type='text'>KONSTRUKSI KARAMBA</title><content type='html'>Bagaimana konstuksi Karamba yang sesuai dengan lingkungan tertentu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tidak ada standarisasi konstruksi pada system budidaya karamba jaring apung ini. Bentuk dan ukurannya sangat bervariasi disesuaikan dengan lingkungan yang tersedia. Bahan baku kerangkanya juga sangat bervariasi, umumnya kerangka yang digunakan terbuat dari besi pipa, bambu, kayu atau kombinasi ketiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk karamba jaring apung ada bermacam-macam, ada yang berbentuk segi enam, empat persegi panjang, bujur sangkar bahkan bundar. Namun dua bentuk terakhirlah yang paling banyak digunakan pada perairan-perairan umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat kerangka karamba bundar biasanya digunakan bahan semacam campuran antara pipa PPC, PE dan karet yang di dalamnya diisi busa (streoform). Kerangka ini sekaligus merupakan bahan pelampung karamba sehingga dengan kerangkan semacam ini tidak diperlukan lagi drum-drum pelampung. Sedangkan kerangka karamba bujur sangkar biasanya digunakan pipa besi yang sudah banyak tersedia di pasaran dengan ukuran panjang sisi-sisinya sekitar 6 meter, namun bila menggunakan bahan ini masih diperlukan drum-drum sebagai pelampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai jalan atau jembatan untuk memberi makan ikan-ikan yang dipelihara biasanya digunakan bambu-bambu yang disusun rapi atau diikat dengan tali sehingga membentuk jembatan, namun akan lebih praktis dan baik lagi kalau jembatan ini juga terbuat dari kayu/papan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyimpan pakan sebagai stok sementara sebelum diberikan pada ikan maka perlu dibuatkan rumah phonton, rumah ini sekaligus digunakan sebagai tempat beristirahat pekerja karamba. Bahan pembuat rumah ini sebaiknya menggunakan bahan yang ringan tetapi relatif tahan terhadap air seperti ; seng, fiber atau bahan lainnya. Gunakan drum pelampung yang lebih banyak pada rumah ini agar daya tampungnya menjadi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya satu rumah phonton yang berukuran sekitar 4 m x 4 m mampu menyimpan hingga satu ton pakan. Stock pakan sebanyak ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 10 hingga 12 petak karamba bujur sangkar yang berukuran 6 m x 6 m dalam sehari. Ini kalau kita memelihara ikan secara intensif, sedangkan kalau hanya semi intensif maka pakan sebanyak itu cukup untuk jatah seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jembatan, akan lebih baik kalau di sisi kiri-kanan jembatan tersebut kita buatkan pagar pengaman. Pagar ini bisa kita buat dari bahan besi pipa disatukan dengan kerangka karamba. Pagar ini sangat penting untuk pengamanan tenaga kerja disamping juga bisa digunakan sebagai tempat menambatkan tali net beserta penutupnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8551501647128093989?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8551501647128093989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8551501647128093989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8551501647128093989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8551501647128093989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/05/konstruksi-karamba.html' title='KONSTRUKSI KARAMBA'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8222125974629934151</id><published>2009-05-19T05:40:00.001-07:00</published><updated>2009-05-19T05:40:53.754-07:00</updated><title type='text'>PEMILIHAN LOKASI</title><content type='html'>Dimanakah Budidaya Ikan dengan Karamba Jaring Apung Cocok untuk Diterapkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasaranya semua perairan yang kedalamannya mencukupi dapat digunakan untuk budidaya ikan dengan karamba jaring apung, namun umumnya teknik budidaya yang satu ini diterapkan pada perairan umum alami yang justru kurang praktis untuk budidaya dengan menggunakan system budidaya yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perairan umum tawar seperti ; waduk, danau, situ, tebat, empang dan sungai atau perairan umum payau seperti ; muara sungai bahkan perairan laut seperti ; pantai, air pasang surut, laguna laut dan teluk dapat digunakan sebagai tempat untuk budidaya ikan dengan karamba jaring apung. Kebanyakan dari perairan-perairan umum tersebut produksi ikannya sangat rendah akibat sering digunakan sebagai daerah penangkapan. Dengan menjadikannya sebagai daerah budidaya maka produksi ikan akan dapat ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan perairan yang cocok untuk pengembangan system budidaya dengan karamba jaring apung adalah semua perairan yang mampu menyangga kesehatan ikan. Namun demikian, perairan yang bebas polusi dan miskin hara adalah merupakan lingkungan yang paling cocok untuk digunakan. Selain itu, air yang bening ataupun hijau disebabkan plankton dan tidak banyak lumpurnya akan sangat mendukung budidaya dengan system ini. Sementara itu, air yang berwarna coklat seperti kebanyakan air di rawa-rawa kurang baik untuk usaha budidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih lokasi budidaya, hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi : perubahan tinggi permukaan air, pola tiupan angin serta arah dan kecepatan arus air.&lt;br /&gt;Perairan yang permukaannya relatif stabil akan lebih baik dibandingkan dengan yang terlalu berfluktuatif. Kedalaman air minimal yang harus dipenuhi yaitu 50 cm lebih dalam dibandingkan dengan karambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola tiupan angin mutlak diketahui, pola yang teratur akan lebih baik dan akan membantu kita dalam menentukan penempatan karamba. Pola tiupan angin ini biasanya sejalan dengan arah arus air. Penempatan karamba harus searah dengan pola angin dan arus air, sehingga karamba tidak cepat rusak. Apabila tiupan angin terlalu kencang ataupun arus air terlalu deras maka kita dapat memilih daerah teluk yang agak terlindung untuk menempatkan karamba. Namun demikian, apabila kita tetap ingin memilih lokasi yang tiupan anginnya kencang maka konstruksi karamba harus disesuaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal-hal diatas, perlu diingat pula bahwa daerah penempatan karamba jaring apung haruslah terbebas dari tumbuhan air dan pemangsa ikan seperti biawak, ikan buas serta pemangsa ikan yang lainnya. Lebih jauh dari itu, sebaiknya lokasi penempatan karamba ini mudah dijangkau dengan kendaraan karena hal ini sangat penting untuk mengangkut pakan dan prasarana yang lainnya disamping juga untuk pengangankutan hasil panen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8222125974629934151?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8222125974629934151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8222125974629934151' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8222125974629934151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8222125974629934151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/05/pemilihan-lokasi_2345.html' title='PEMILIHAN LOKASI'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-839642903620693543</id><published>2009-05-19T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T05:39:15.378-07:00</updated><title type='text'>KARAMBA JARING APUNG</title><content type='html'>Apakah karamba jaring apung itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karamba jaring apung adalah sebentuk wadah yang dilayangkan di dalam air. Wadah itu, semua sisi dan dasarnya diselubungi oleh jaring yang berfungsi untuk menahan ikan di dalamnya tetapi masih memungkinkan terjadinya pertukaran air secara bebas. Pertukaran air ini diperlukan untuk mendapatkan air yang masih sehat dan segar serta memungkinkan keluarnya hasil ekskresi ikan sehingga tidak meracuni ikan yang dipelihara di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaring yang digunakan haruslah terbuat dari bahan yang kuat, tahan lama serta tidak menggesek atau melukai ikan sehingga ikan yang dipelihara tidak stres. Untuk membuka rangkaian jaring tersebut, pada permukaan air dibuatkan kerangka dari besi pipa, bambu atau bahan lain yang dilengkapi dengan pelampung drum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemberat jaring, dapat digunakan bandul-bandul kecil yang terbuat dari bola plastik atau botol bekas air mineral 1500ml dan di isi pasir atau cor. Pemberat ini berfungsi sebagai pembuka jaring di dalam air sehingga volume karamba menjadi maksimal. Agar karamba jaring apung tetap berada di posisinya dan tidak bergeser akibat terpaan angin atau ombak, maka rangkaian karamba tersebut harus diberi bandul besar atau jangkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dan ukuran karamba jaring apung harus sesuai dengan lokasi yang tersedia disamping juga disesuaikan dengan kebutuhan. Pada umumnya karamba jaring apung berbentuk bujur sangkar, namun demikian di beberapa tempat dapat pula kita temukan karamba bentuk lain seperti persegi panjang,. segi enam bahkan bundar sekalipun. Demikian pula dengan ukurannya, mulai dari volume 1 m3 hingga 100 m3 bahkan lebih besar lagi, akan tetapi karamba yang kecil akan lebih mudah pengelolaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kelebihan budidaya ikan dengan menggunakan karamba jaring apung ini bila dibandingkan dengan teknik budidaya ikan yang lainnya adalah teknik ini bukan merupakan pesaing, bahkan bersifat pelengkap bagi teknik budidaya ikan yang lain misalnya budidaya mina padi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budidaya ikan dalam karamba jaring apung dapat diterapkan pada hampir semua jenis ikan yang sudah biasa dibudidayakan. Teknik budidaya ini juga dapat diterapkan pada perairan umum alami seperti waduk, danau, sungai, muara sungai, pantai, aliran pasang surut, laguna laut, teluk dan perairan umum lainnya yang biasanya kurang praktis untuk diterapkan dengan teknik budidaya ikan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan yang lain adalah secara teknologi relatif sederhana, tidak termasuk proyek padat modal, kontrol ikan dapat dilakukan dengan mudah serta tentu saja secara ekonomis cukup menguntungkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-839642903620693543?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/839642903620693543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=839642903620693543' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/839642903620693543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/839642903620693543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/05/karamba-jaring-apung.html' title='KARAMBA JARING APUNG'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-3780502338054697567</id><published>2009-01-24T05:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T05:03:18.112-08:00</updated><title type='text'>Waduk Gajahmungkur Wonogiri</title><content type='html'>WADUK Gajahmungkur, merupakan objek wisata yang cukup menarik di Jawa Tengah khususnya di Wonogiri. Sebagaimana fungsi waduk-waduk yang lainnya, selama ini air waduk Gajahmungkur dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik (turbin), untuk pengairan pertanian dan juga merupakan sentra pembudidayaan ikan. Untuk fungsi yang terakhir ini, tak mengherankan kalau kawasan tersebut juga padat dengan aktivitas perdagangan ikan, serta marak warung ikan bakar dengan memanfaatkan hasil tangkapan dan budidaya di waduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang berminat untuk mencari oleh-oleh berupa ikan segar dapat mencari disekitar karamba yakni di Bendorejo, Desa Sendang, Wonogiri. Sayang pasar ikan ini tidak sepanjang hari dibuka, biasanya hanya pagi, siang dan sore hari saja ketika  para nelayan baru pulang dari menangkap ikan di waduk. Ditempat-tempat pendaratan nelayan yang lainnya seperti di Wuryantoro juga seringkali menyediakan ikan segar hasil penangkapan nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang hoby memancing, waduk ini merupakan pilihan yang sangat tepat untuk dijadikan sebagai tempat memancing. Selain lokasinya yang mudah dijangkau  karena berada tepat dipinggir jalan raya Solo -  Pracimantoro, di tempat ini juga  tersedia warung-warung yang bukan saja menyediakan makanan tetapi juga menyediakan sarana untuk memancing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengunjung waduk tersebut, belum lengkap rasanya jika belum menyantap  aneka jenis ikan air tawar dengan berbagai cara pengolahannya yang banyak ditawarkan warung-warung makan disekitar waduk. Ikan Bakar dan goreng merupakan menu pavorit sebagian besar pengunjung. Selain ikannya segar, cita rasa yang khas Wonogiri sulit dicari bandingannya di daerah lain. Jenis ikan nila  (kakap merapi) dan patin merupakan jenis ikan andalan yang ditawarkan di kawasan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik keunggulan-keunggulan itu, jumlah produksi ikan Waduk Gajahmungkur Wonogiri hingga kini belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi ikan bagi masyarakat Wonogiri sendiri. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut sebagian besar warung di sekitar waduk masih mendatangkan ikan nila dari daerah lain disekitarnya, seperti dari daerah Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waduk ini  pada saat ini terdapat tidak kurang dari 13 kelompok nelayan, akan tetapi mereka setahunnya hanya mampu menangkap ikan tidak lebih dari 1000 ton saja. Sedangkan Karamba Jaring Apung  milik para petani di Waduk Gajahmungkur sekarang jumlahnya mencapai sekitar 500 petak dengan produksi ikan sekitar 2000 ton per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga ketersediaan stok ikan di waduk, hampir setiap tahun pihak Dinas Wanperla Wonogiri bekerjasama dengan masyarakat sekitar telah melakukan penebaran bibit ikan. Sebagian besar hasil ikan dari karamba diperuntukkan guna memenuhi permintaan luar negeri. Karena itu, secara keseluruhan hasil produksi ikan di Waduk Gajahmungkur Wonogiri belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Wonogiri. Selama ini baru bisa mencukupi sekitar 40-50 persennya saja. Untuk warung-warung ikan bakar yang kini banyak ditemukan di sekitar Waduk Gajahmungkur, per hari membutuhkan tidak kurang dari satu ton ikan segar. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-3780502338054697567?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/3780502338054697567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=3780502338054697567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3780502338054697567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3780502338054697567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/01/waduk-gajahmungkur-wonogiri.html' title='Waduk Gajahmungkur Wonogiri'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-3156307083475887994</id><published>2009-01-10T15:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T15:05:00.805-08:00</updated><title type='text'>Ibarat Lobster Kawin dengan Lalat</title><content type='html'>Ibarat kekasih yang disatukan kembali setelah terpisah bertahun-tahun, dua jenis bakteri usus kembali berkumpul dalam satu populasi. Kedua bakteri tidak hanya kembali hidup bersama di lingkungan yang sama, namun juga melakukan kawin silang membentuk populasi bakteri hibrida yang dapat berkembang menjadi spesies baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah bakteri Campylobacter jejuni dan Campylobacter coli yang sama-sama hidup di dalam saluran pencernaan beberapa jenis hewan. Selama ini, keduanya memang diyakini berasal dari satu keturunan namun akhirnya terpisah karena terjadinya adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Masing-masing memilih bagian usus sapi, ayam, atau babi yang berbeda untuk menjadi habitatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisiologis, keduanya jelas berbeda meskipun secara genetik, kedua bakteri memiliki kemiripan hingga 85 persen. Sebagai perbandingan, manusia dan simpanse saja memiliki kemiripan genetika 98 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi perkawinan dua jenis bakteri menjadi satu spesies, saya kira sangat mengejutkan. Ini seperti perubahan pola genetika besar-besaran, ibarat lobster kawin dengan lalat," ujar Samuel Sheppard, pakar evolusi mikrobiologi dari Universtas Oxford, Inggris. Temuannya dilaporkan dalam jurnal Science terbaru yang terbit 11 April 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheppard memperkirakan penyatuan dua jenis bakteri usus ini baru berlangsung dalam beberapa tahun terakhir karena dipicu industrialisasi. Permintaan atas produk hasil ternak begitu tinggi sehingga peternakan melebihi kapasitas normal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sekarang menggabungkan banyak hewan ternak menjadi satu dan karenanya lingkungan hidup bakteri berubah," jelasnya. Misalnya, ayam seringkali tidak dapat membedakan kotoran sesamanya dan makanan sehingga memungkinkan bakteri bercampur di ususnya. Hal ini berlansgung terus-menerus sampai bakteri beradaptasi dengan lingkungan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri yang memiliki sifat genetika mirip memiliki peluang berhasil melakukan kawin slang lebih besar. bahkan, dalam kasus ini, ternyata melahirkan bakteri hibrida dan mungkin spesies baru.(LIVESCIENCE/WAH)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-3156307083475887994?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/3156307083475887994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=3156307083475887994' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3156307083475887994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/3156307083475887994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/01/ibarat-lobster-kawin-dengan-lalat.html' title='Ibarat Lobster Kawin dengan Lalat'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-7925098107303568246</id><published>2009-01-10T14:58:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T15:00:08.080-08:00</updated><title type='text'>Lobster Air Tawar Kenali Wajah Lawan</title><content type='html'>David Paul/Blair Patullo/University of Melbourne&lt;br /&gt;Lobster air tawar Australian (Cherax destructor) tidak hanya suka berkelahi tetapi ternyata masih pilih-pilih lawan untuk berkelahi, ia juga mungkin mengenali wajah-wajah lawannya. Hal tersebut diungkapkan para peneliti Australia yang mempelajari perilaku lobster Australia dari spesies Cherax destructor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, lobster air tawar dikenal sebagai hewan yang suka berkelahi setiap kali bertemu satu sama lain sehingga peternak harus jeli dan hati-hati mengatur kolam pemeliharaannya. Setelah mengamati beberapa kali konflik tersebut, para peneliti memisahkan lobster-lobster yang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing kemudian dihadapkan kepada dua kelompok lobster, lobster-lobster yang menang dan lobster-lobster baru. Lobster yang menang dibedakan dengan lobster baru dengan pewarna kuning di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, lobster-lobster yang kalah lebih menyukai lawan berkelahi yang sudah dikenalnya daripada lawan baru. Hal tersebut menunjukkan bahwa lobster air tawar dapat mengenali wajah lawannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, lobster juga dapat memilih lawan yang sudah dikenalnya meski dihadapkan pada dua lobster lainnya yang kembar identik. Bagi manusia, mengenali perbedaan kembar identik saja termasuk sulit kalau hanya dari melihat wajahnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini menunjukkan bahwa mereka saling mengamati satu sama lain lebih dari yang kita pikirkan," kata Blair Patullo, pakar hewan dari Universitas Melbourne, Australia, seperti dikutip Livescience, Kamis (6/3). Hasil penelitian dijelaskna lebih rinci dalam jurnal online PLoS ONE edisi 28 Februari. Temuan ini dapat membantu para peneliti mengembangkan sistem pengenal wajah, misalnya pada robot.(LIVESCIENCE/WAH)  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-7925098107303568246?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/7925098107303568246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=7925098107303568246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7925098107303568246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/7925098107303568246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/01/lobster-air-tawar-kenali-wajah-lawan.html' title='Lobster Air Tawar Kenali Wajah Lawan'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-8420682380241505815</id><published>2009-01-10T14:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T14:52:15.323-08:00</updated><title type='text'>Lobster berusia 140 tahun</title><content type='html'>BEIJING, -Lobster yang diduga berusia sekitar 140 tahun akan dikembalikan ke samudra lepas setelah menjadi maskot bagi sebuah restoran di New York City.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan Xinhua, Sabtu (10/1) Lobster seberat 9 kilogram itu ditangkap di lepas pantai Newfoundland di Kanada sekitar satu setengah pekan lalu dan dikirim ke New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lobster tersebut dibeli dengan harga 100 dollar oleh City Crab and Seafood untuk dijadikan maskotnya. "Kami membeli satu lobster besar, mulai mengambil gambar bersama anak-anak dan itu sungguh berhasil," kata manajer restoran Keith Valenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tak pernah bermaksud untuk menjual lobster raksasa, hanya bermaksud menarik perhatian ke restoran," kata manajer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lobster tersebut akan dikirim ke Maine dari restoran New York itu oleh pegiat hak asasi hewan dan memungkinkan hewan tersebut kembali ke samudra bebas di sekitar Kennebunkport, tempat penangkapan lobster dilarang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Usia lobster itu dapat diperkirakan dari berapa berat badannya, karena setiap pound berarti sama dengan 7 sampai 10 tahun," kata Valenti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-8420682380241505815?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/8420682380241505815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=8420682380241505815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8420682380241505815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/8420682380241505815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2009/01/lobster-berusia-140-tahun.html' title='Lobster berusia 140 tahun'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6612918114298414171</id><published>2008-12-09T14:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T14:15:25.628-08:00</updated><title type='text'>Indonesian Aquaculture 2008</title><content type='html'>Indonesian Aquaculture 2008 Digelar di Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 18 November 2008 | 21:18 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOGYAKARTA, SELASA - Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi membuka Indonesian Aquaculture 2008 yang digelar di Yogyakarta, Selasa (18/11). Kegiatan ini diikuti 700 peserta terdiri dari peneliti, perekayasa, dosen, mahasiswa dan pembudidaya serta pelaku usaha bidang perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembukaan acara itu Freddy menuturkan, di masa depan kebutuhan terhadap pangan, khususnya produk perikanan dipastikan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia dan dunia. Pada tahun 2030 diprediksi jumlah penduduk Indonesia mencapai 300 juta, dan penduduk dunia mencapai 8 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kebutuhan pangan itu harus bisa secepatnya diantisipasi dengan peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya. Melalui kegiatan Indonesian Aquaculture diharapkan bisa memacu produksi perikanan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Pusat Data, statistik dan Informasi Departemen Kelautan dan Perikanan, Soenan Hadi Poernomo mengungkapan, Indonesian Aquaculture 2008 merupakan momentum yang sangat penting bagi pemerintah, peneliti, perekayasa, masyarakat pembudidaya dan pelaku usaha untuk dapat meningkatkan kinerjanya di bidang perikanan budidaya. Kegiatan Indonesian Aquaculture 2008 antara lain diisi dengan acara seminar, pameran dan temu bisnis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6612918114298414171?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6612918114298414171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6612918114298414171' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6612918114298414171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6612918114298414171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2008/12/indonesian-aquaculture-2008.html' title='Indonesian Aquaculture 2008'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-6775857504388035878</id><published>2008-12-09T14:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T14:13:40.591-08:00</updated><title type='text'>Ekspor Produk Perikanan Belum Terkena Krisis</title><content type='html'>Ekspor Produk Perikanan Belum Terkena Krisis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspor produk perikanan tangkap dan budidaya Indonesia ke berbagai negara terutama ke Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat hingga saat ini belum terpengaruh dampak krisis keuangan global. Dampak krisis tersebut diperkirakan baru akan terasa pada kuartal pertama tahun 2009 (Indonesian Aquaculture 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuartal pertama tahun depan diperkirakan akan sedikit ada penurunan sekitar 5-10 persen dari tahun ini," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, usai membuka Indonesian Aquaculture 2008 di Yogyakarta, Selasa (18/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freddy mengungkapkan, dampak krisis keuangan global terhadap ekspor produk perikanan tidak akan terlalu signifikan karena masyarakat di negara-negara tujuan ekspor tetap membutuhkan konsumsi ikan. "Hingga kini belum ada pembatalan kontrak-kontrak pembelian produk perikanan asal Indonesia. Yang penting jaga kualitas produk. Mungkin nanti harga menurun, mungkin juga volume bakal dikurangi sehingga akan menurun," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freddy menuturkan, untuk tahun-tahun berikutnya kebutuhan terhadap produk perikanan dipastikan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia dan dunia. Karena itu, kebutuhan itu harus bisa secepatnya diantisipasi dengan peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Budidaya Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan, Made L Nurdjana menuturkan, total ekspor peroduk perikanan mencapai 2,3 miliar dollar AS tahun 2007. Dari nilai itu, 1,2 miliar dollar diantaranya adalah ekspor dengan tujuan utama Jepang, Eropa, dan AS. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Kompas, 18 Nop 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-6775857504388035878?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/6775857504388035878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=6775857504388035878' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6775857504388035878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/6775857504388035878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2008/12/ekspor-produk-perikanan-belum-terkena.html' title='Ekspor Produk Perikanan Belum Terkena Krisis'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-144518194691947803.post-2126548779384484924</id><published>2008-11-22T10:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-22T10:03:03.651-08:00</updated><title type='text'>Fisheries</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Fisheries&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="'justify'"&gt;Abad has a wide product range covering shrimps, squids, cuttlefish, octopus, molluscs and fish in bulk packs, consumer packs iqf etc read more. Northeast fisheries science center includes information on seasons, game laws, biologist report, available game and hunter safety courses. Fisheries: scientific facts on fisheries florida seafood, stone crab, lobster, and conch. Northwest indian fisheries commission - serving the treaty tribes in seafood production facility for crab, shrimp, salmon, and fish fllets includes company and staff profiles, product catalog, links and directions. Fisheries fish - fisheries research lab for noaa fisheries service in the usa - northeast region northeast salmon team - nest nest operates within the ne region of noaa fisheries to.&lt;/p&gt;&lt;p align="'justify'"&gt;Welcome to keys fisheries market and marina the nwifc is a support service organization providing direct services to the treaty tribes of western washington to assist them in their natural resource management efforts. Fisheries conservation foundation promoting science to advance the responsible use and sustainable management of aquatic ecosystems worldwide. Hallmark fisheries timberline live pet foods growers of crickets, mealworms and other feeder insects. Your feeder insect source - timberline live pet foods this digest is a faithful summary of the leading scientific consensus report produced in 2004 by the food &amp;amp; agriculture organization (fao): 'the state of world fisheries and.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/144518194691947803-2126548779384484924?l=wawan-fisheries.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/feeds/2126548779384484924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=144518194691947803&amp;postID=2126548779384484924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2126548779384484924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/144518194691947803/posts/default/2126548779384484924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wawan-fisheries.blogspot.com/2008/11/fisheries.html' title='Fisheries'/><author><name>wawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_lRNf-vB986Y/STGsO9sR6cI/AAAAAAAAAAc/QYuH6PXCFdk/S220/Dinas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
